Iblis pun Punya Program Besar dalam Rumah Tangga Manusia
Sadar atau tidak, kira sering mendengar bahwa perceraian adalah salah satu solusi dalam rumah tangga.
Penulis: Salman Rasyidin | Editor: Salman Rasyidin
Iblis pun Punya Program Besar dalam Rumah Tangga
SRIPOKU.COM -- Sadar atau tidak, kira sering mendengar bahwa perceraian adalah salah satu solusi dalam rumah tangga.
Namun tahukah anda bahwa perceraian bukanlah satu-satunya solusi yang bisa ditempuh dan namun memang merupakan solusi paling terakhir.
Seperti dikutip dari .inspiradata.com bahwa landasan hukumnya pun beragam, disesuaikan dengan kondisi, bisa menjadi mubah, sunnah, makruh, haram, atau malah wajib, itu tergantung situasi.
Namun secara tidak sadar, pada dasarnya langkah perceraian merupakan bagian dari program besar iblis/syetan.
Musuh terberat manusia ini akan sangat bangga dan senang ketika ada anak buahnya yang mampu memisahkan antara suami-istri.
Munculnya masalah dalam sebuah rumah tangga merupakan suatu kemestian.
Tak satu pun rumah tangga yang luput darinya.
Rumah tangga orang khusus atau orang umum, orang yang berilmu agama ataupun tidak mengerti agama, pasti menemui yang namanya masalah.
Karena demikianlah kenyataan yang harus dihadapi dalam kehidupan dunia.
Dalam menghadapi perselisihan tersebut diperlukan sikap arif, sabar, dan pikiran jernih.
Bila yang muncul adalah sikap sebaliknya, perselisihan bisa semakin besar, bahkan tak jarang muncul ancaman dari salah satu pihak atau kedua pihak untuk bercerai.
Padahal perceraian merupakan perkara yang menimbulkan banyak kejelekan, dan tidak semua perselisihan mesti diakhiri dengan perceraian.
Namun sangat disayangkan, ada di antara pasangan suami istri yang begitu cepat memilih “berpisah” ketika problem itu datang seakan tak ada jalan keluar dari permasalahan kecuali dengan perceraian (talak).
Mereka begitu terburu-buru memutuskan bercerai tanpa peduli dengan akibat yang akan terjadi.
Seakan lembaga pernikahan tidak memiliki nilai yang agung di sisi mereka, sehingga sebagaimana mereka terlalu cepat menjatuhkan pilihan teman hidup, tanpa banyak mempertimbangkan sisi agama, akhlak, kepribadian dan kebaikannya, mereka pun terlalu cepat memutuskan hubungan yang terjalin lewat pernikahan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/iblis_20170730_174636.jpg)