Asian Para Games 2018

Miftahul Jannah Didiskualifikasi Karena Berhijab, 4 Atlet Alami Hal Serupa, Tapi Nomor 4 Bisa

Miftahul Jannah Didiskualifikasi Karena Berhijab, 4 Atlet Alami Hal Serupa, Tapi Nomor 4 Bisa Tanding

Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma
Istimewa
Miftahul Jannah Didiskualifikasi Karena Berhijab 

SRIPOKU.COM-Miftahul Jannah pejudo asal Indonesia ini, Didiskualifikasi Karena Berhijab, dia gagal tampil di cabor Jugo pada perhelatan Asian Para Games 2018 Senin (8/10/2018). Sebelumnya, ada 4 Atlet Alami Hal Serupa, mereka sempara dilarang, 3 diantaranya tidak bisa namun ada juga atlet Judo yang sempat turun di ajang Olipiade 2012 silam, hal inilah yang menimbulkan protes dari netizen dan juga pihak ofisial Indonesia, meski akhirnya memaklumi alasan pihak panitia dan wasit dari cabor Judo.

Usai didiskualifikasi bahkan sempat menetes air mata, namun Nama Miftahul Jannah menjadi viral dan menjadi perbincangan netizen. Hal itu karena dia gagal bertanding di ajang Asian Paragames, mewakili Indonesia, Senin (8/10/2018).

Mifathul seperti diketahui, merupakan seorang atlet judo perwakilan dari Indonesia di Asian Para Games 2018. Dia turun di kelas 52 kg.  Ketika itu, Miftahul Jannah akan turun melawan Oyun Gantulga. Namun sebelum bertanding, wasit sudah menyampaikan bahwa, Miftahul Jannah harus melepas hijabnya jika ingin bertanding. Sebab wasit tidak mau melanggar standar aturan yang sudah ditetapkan.

Namun, sebagai seorang muslimah asal Aceh, Miftahul Jannah tidak mau, dia tetap kepada prinsipnya tidak mau melepas hijab. Dia tetap kukuh kepada pendiriannya, bahwa Hijab adalah ibadah dan kewajiban baginya untuk tidak memubanya.

Karena itu, Wasit yang memimpin pertandingan itu, kemudian memutuskan untuk mendiskualifikasi Miftahun Jannah, sehingga Oyun, wakil Mongolia itu akhirnya memenangi duel judo kelas 52 kg putri blind judo tanpa bertanding.

===

Alasan Keselamatan

Miftahul Jannah Didiskualifikasi Karena Berhijab
Miftahul Jannah Didiskualifikasi Karena Berhijab (Istimewa)

Terkait dengan diskualisifikasi terhadap Miftahul Jannah, hal ini bukan persoalan diskrimanasi atau hal lainnya, tetapi lebih kepada keselamatan sang atlet, karena terkait aturan dan bagaimana kerasnya olahraga Yudo yang terkenal keras ini. Namun netizen tetap melakukan protes, karena Miftahul Jannah sudah melewati serankaian seleksi, mengapa tidak dari awal hal itu diberitahukan.

Seperti dikutif dari dari Kompas.com, bahwa Miftahul terpaksa didiskualifikasi dari pertandingan karena memegang teguh prinsipnya untuk tidak melepas jilbab. Wasit dan ofisial dari kontingen atlet Indonesiapun tidak bisa berbuat banyak, dan pasrah ketika wasit kemudian mendiskualifikasi atlet asal Aceh tersebut. Hal ini pulalah yang coba dijelas pihak ofisial Indonesia.

"Dia mendapatkan diskualifikasi dari wasit karena ada aturan wasit dan aturan tingkat internasional di Federasi Olahraga Buta Internasional (IBSA) bahwa pemain tidak boleh menggunakan jilbab dan harus melepas jilbab saat bertanding," kata Penanggung jawab tim para-judo Indonesia, Ahmad Bahar, Ahmad Bahar dikutip dari Antara.

Ahmad menjelaskan, aturan ini sudah ada sejak lama. Aturan itu juga sangat jelas menyebutkan bahwa, dalam judo jilbab dikhawatirkan membahayakan keselamatan atlet. Hal inilah yang membuat wasit tidak mau mengambil resiko dan mendiskualifikasi Miftahun Jannah, soal aturan Pejugo yang menggunakan hijab.

Sebab ada beberapa teknik Judo yang bisa membayakan nyawa Miftahul Jannah, bahkan berpotensi dimanfaatkan lawan untuk mencekik leher dengan menarik atau menggunakan hijab itu sehingga berakibat fatal, bagi Miftahul.

"Hal yang perlu ditekankan adalah juri bukan tidak memperbolehkan kaum muslim untuk ikut pertandingan. Aturan internasional itu sudha mulai 2012, setiap atlet yang bertanding pada cabang judo tidak boleh berjilbab karena dalam pertandingan ada teknik bawah dan jilbab akan mengganggu," ujar Ahmad Bahar.

Mengetahui hal ini, Ahmad Bahar sudah mencoba untuk mencari solusi dengan berbicara kepada Miftahul Jannah."Kami sudah mengarahkan atlet tetapi dia tidak mau (mengikuti aturan)."

"Bahkan, dari Komite Paralimpiade Nasional (NPC), dan tim Komandan Kontingen Indonesia sudah berusaha," ujar Ahmad Bahar.
===

Sumber:
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved