Tsunami di Palu
Tsunami di Palu: Usai Gempa 7,4 SR kemudian Diterjang Gelombang Tinggi Jadi Perhatian Dunia
Tsunami yang berlangsung 5 menit, setelah sebelumnya diterjang gempa itu memang termasuk bencana besar.
Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM, PALU-Tsunami di Palu dan Donggala menjadi perhatian media-media di dunia. Terutama korban yang ditimbulkan akibat goncangan gempa Tsunami dan Donggala Jumat (28/9/2018) petang hingga malam yang mancapai 800 lebih itu.
Seperti diketahui, bencana alam yang sangat mengerikan ini memang tidak bisa diprediksi. Tsunami yang berlangsung 5 menit, setelah sebelumnya diterjang gempa itu memang termasuk bencana besar.
Maka itu, tidak heran, jika Tsunami di Palu dan Gempa 7,4 SR di Donggala itu, menjadi perhatian beberapa media terkemuka seperti Media Australia ABC.net.au, kemudian Guardian, Situs televisi India, NDTV dll.
Memang, gempa dan disusul Tsunami di Palu itu membuat warga dalam ketakutan, mencekam dan panik. Sebab, Gempa 7,4 SR, disusul gelombang pasang setinggi 2-6 meter dengan kecepatan 200-400 km/jam, yang menerjang dari laut Selat Makassar pada Jumat 28 September 2018 sore menjelang malam WITA.
===
Jumlah Korban dan Gelombang Besar
Persoalan bencana alam Tsunami di Palu ini, memang menjadi sortan.
Seperti Media Australia ABC.net.au menyorot soal jumlah korban tsunami di Palu dan Donggala, memasang judul berita;
"Indonesian tsunami: 832 confirmed dead, affected area bigger than initially thought", katanya, seperti dilansir pada hari Minggu (30/9/2018).
"Korban tewas akibat gempa dan tsunami Indonesia telah meningkat menjadi 832, pejabat negara telah mengonfirmasi, dengan jumlah korban tewas diperkirakan akan terus meningkat tajam," kata ABC.net.au.
===
Guardian Mengutip Komentar Jusuf Kalla
Sementara itu, koran Inggris, The Guardian itu, menyorot bencana dengan menulis berita berjudul:
"Indonesia tsunami: cries for help from rubble amid fears thousands dead."
"Wakil Presiden RI Jusuf Kalla memperkirakan jumlah korban tewas akibat gempa dan tsunami yang menghantam pulau Sulawesi, bisa mencapai ribuan orang," tulis The Guardian mengutip Wapres JK.
"Gempa menghancurkan ribuan rumah di Kota Palu, termasuk hotel delapan lantai, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan ... Tsunami dilaporkan mencapai enam meter yang menerjang daratan dengan kecepatan mencapai 400 km/jam," lanjut The Guardian dalam pemberitaan lain.
===
Adapun jaringan televisi dari India, NDTV, memasang judul berita
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/tsunami-di-palu-dua-pemicu-terjadi-tsunami-besar-di-palu_20180930_222028.jpg)