Berita Ogan Ilir

Tarif Tol Palindra Berubah Jadi Rp 20 Ribu, Pengendara Lebih Memilih Jalan Umum

Alasannya, bagi pengendara yang biasa pulang pergi Palembang-Indralaya, untuk tarif Rp 20 ribu kalau dihitung-hitung

Tarif Tol Palindra Berubah Jadi Rp 20 Ribu, Pengendara Lebih Memilih Jalan Umum
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Situasi arus lalu lintas di Gerbang Palembang Jalan Tol Palindra nampak ramai lancar, Kamis (20/9/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Beri Supriadi

SRIPOKU.COM, INDRALAYA -- Dengan telah resmi dinaikkannya tarif tol Palembang-Indralaya terhitung 21 September oleh pemerintah pusat dari semula Rp 6 ribu, kini menjadi Rp 20 ribu untuk satu kali masuk bagi kendaraan jenis minibus.

Kenaikan tarif jalan tol Palindra sepanjang 22 Kilometer tersebut, membuat sejumlah pengendara mengaku lebih memilih melintasi jalan umum seperti sediakala.

Alasannya, bagi pengendara yang biasa pulang pergi Palembang-Indralaya, untuk tarif Rp 20 ribu kalau dihitung-hitung bolak-balik sudah Rp 40 ribu.

Baca: Beberapa Jam Pasca Ijab Kabul, Pria di Musirawas Ini Ditangkap Polisi

"Bila dihitung perbulannya harus merogoh kocek Rp 800 ribu. Ke Indralaya, saya lebih memilih untuk melintas di jalam umum saja, walaupun jarak tempuhnya agak jauh dibanding melintasi jalan tol Palindra," ujar Yap seorang pegawai yang kesehariannya bekerja di kawasan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Ia mengaku sama sekali tidak mengeluhkan terhadap kenaikan tarif tol. Alasannya, kendaraan juga tidak diharuskan melintasi jalan tol.

Baca: Untuk Semua Umur, Terapi Jus Ini Dapat Menyembuhkan Berbagai Penyakit, Inilah Resepnya

"Nah, kalau jalan umum macet, tol Palindra bisa menjadi satu-satunya jalur alternatif menuju Palembang maupun Indralaya," katanya, Jumat (21/9).

Senada juga dikatakan Adi warga Palembang yang juga biasa pulang pergi Palembang-Indralaya mengatakan, dengan telah resmi dinaikkannya tarif tol Palindra, ia mengaku tidak begitu setiap hari melintasi jalan tol.

Baca: Gandeng Komunitas dan Pelajar SMK untuk Safari Yamaha Service Shop

"Ya, paling tidak, dibatasilah, tidak mesti harus setiap hari melintasi jalan tol Palindra. Atau satu minggu sekali, itu aja," kata Adi. Ia mengakui memang jalan tol bukan untuk rakyat biasa, tentu dibuat untuk masyarakat yang mempunyai penghasilan tinggi.

Saat dikonfirmasi, Pimpro Hk Tol Palindra, Hasan Turcahyo menjelaskan, memang sudah perhitungannya, tarif Rp 6 ribu selama ini diperuntukkan bagi kendaraan golongan satu, hanya sementara.

Baca: Malam Ini Pengundian Nomor Urut Capres-Cawapres Pilpres 2019. Massa Pendukung Diminta tak Provokasi

Karena, beberapa waktu lalu ada sebagian kecil pengerjaan yang masih berlangsung, dan kini sudah seratus persen rampung.

Menurut Kepala Operasional Cabang Tol Palindra Darwan Edison mengatakan, ini bukan kenaikan tarif.

Baca: Malam Ini Pengundian Nomor Urut Capres-Cawapres Pilpres 2019. Massa Pendukung Diminta tak Provokasi

Melainkan, pemberlakuan tarif mulai dari gerbang tol Palembang menuju gerbang tol Indralaya.

"Semula hanya dikenakan tarif lama seksi satu mulai dari gerbang tol Palembang sampai ke Pemulutan senilai Rp 6 ribu untuk satu kali masuk. Kini, untuk seksi tiga mulai diberlakukan tarif baru yakni senilai Rp 20 ribu per satu kali masuk yang dihitung Rp 900 per kilometer untuk kendaraan jenis minibus golongan satu," jelasnya.

Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved