Menangis Ketika Lihat Kabbah
"Kami saat melihat Kabbah menangis, hampir seluruh rombongan ketika mengitari kabbah menangis, sungguh kuasa Allah yang sangat luar biasa,"
Penulis: Wahyu Kurniawan | Editor: Budi Darmawan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - "Alhamdulillah Ya Allah aku sudah melaksanakan ibadah haji, kalau ada rezeki tolong panggil hamba lagi untuk kerumah mu itu," Teriak seorang jamaah haki yang turun dari bus saat tiba di asrama haji.
Dengan muka gembira dicampur lelah bahagia, jamaah haji kloter satu asal Kabupaten Oku Timur dan Lubuklinggu tiba di kota Palembang. Menggunakan batik berwarna biru dan peci hitam, putih serta jilbab berwarna mereka turun dari pesawat lalu di bawa ke asrama haji.
Sangat tak terlupakan saat ibadah haji dimana jamaah banyak yang menangis ketika sampai di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah tersebut, kondisi cuaca yang panas dan banyak nya umat muslim seluruh dunia berkumpul di Negara itu tidak menjadikan jamaah haji menyerah dalam beribadah.
Hj. Kholbiah (61) jamaah haji asal Oku Timur mengatakan bahwa dirinya tidak mau kalah khusyuk nya saat beribadah walaupun banyak jamaah yang lebih gagah untuk beribadah, terlebih sudah cita-cita dari kecil untuk haji.
"Kami saat melihat Kabbah menangis, hampir seluruh rombongan ketika mengitari kabbah menangis, sungguh kuasa Allah yang sangat luar biasa," Jelas nya saat diwawancari, Selasa (28/8).
Lanjutnya lagi, pengalaman yang sangat luar biasa ketika badai pasar dan angin kencang menerjang Arafah dirinya sangat cemas, saat Maghrib sedang mengambil Wudhu tiba-tiba angin dan badai datang menyapu tenda yang ada.
"Sangat cemas, tapi kita disana terus berdzikir dan membaca ayat-ayat Al-quran, dan Masya Allah ketika kita membaca lantuntan ayat suci itu badai tidak deras lagi," ujarnya.
Sementara itu, Ketua PPIH Debarkasi Palembang HM. Alfajri Zabid memgungkapkan jamaah haji yang pulang akan di cek kesehehatan mereka menggunakan alat Thermal Scanner, agar para jamaah benar-benar di cek kesehatan mereka dan tidak ada virus yang melekat atau tinggal didalam diri jamaah haji.
"Kita lakukan pengecekan kesehatan, agar para jamaah benar-benar tidak terkena virus dari luar negeri, nanti takutnya ada virus yang melekat didalam mereka dan bisa langsung kita tangulangi," jelasnya.
Ditempat yang berbeda para keluarga yang menunggu terbagi menjadi dua yaitu di depan gerbang asrama haji dan di dalam wilayah asrama haji. Furqon salah seorang keluarga jamaah haji yang menunggu kepulangan orang tua nya mengaku menunggu sudah sejak pukul 20.00 WIB dan sudah tidak sabar ingin melepas rindu kepada ayah ibu nya.
"Alhamdulillah semua masih hidup sepulang dari Arab Saudi, dan semoga orang tua saya menjadi haji mabrur. Pastinya tidak lupa mau minum air Zam-zam," Ujarnya.(mg4)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/haji-debarkasi-palembang_20180828_064517.jpg)