Berita Palembang

Vendor Coffe Visual Studio, Dari Pertemanan Hingga Komunitas Bersama

Membentuk komunitas berarti menyamakan visi dan misi untuk menentukan arah tujuan dari komunitas tersebut.

Penulis: Rangga Erfizal | Editor: Ahmad Sadam Husen
IST
Vendor Coffe Visual Studio. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Memiliki komunitas atau grup merupakan hal yang lumrah dilakukan saat ini.

Membentuk komunitas berarti menyamakan visi dan misi untuk menentukan arah tujuan dari komunitas tersebut.

Hal inilah yang dilakukan oleh empat anak muda yang membentuk komunitas fotografi berawal dari hobi yang sama.

Keempat anak muda ini adalah Angga Kusuma, Dwi Putra Sherly, Dedek Septiansyah, dan Yuda Kusuma.

Dengan visi dan misi yang sama, keempat anak muda tersebut sepakat membentuk group yang diberi nama Vendor Coffe Visual Studio.

Angga Kusuma sebagai pemimpin mengutarakan kisahnya bersama tiga temannya saat membentuk Vendor Coffe Visual Studio.

Hal ini berawal dari dirinya yang sangat hobi menekuni dunia fotografi hingga mulai terjun ke dunia Fotografi komersil.

Disela-sela dirinya sibuk dengan hobi fotografi, ketiga temannya pun juga menampakkan jiwa seni yang tertanam pada tubuh mereka.

Vendor Coffe Visual Studio saat sedang melakukan sesi fotografi prawedding.
Vendor Coffe Visual Studio saat sedang melakukan sesi fotografi prawedding. (IST)

Dengan hal tersebut, Aang panggilan akrab Angga, berinisiatif untuk mengajak Dwi putra Sherly, Dedek Septiansyah, dan Yuda kusuma untuk membuat suatu komunitas bersama.

Selang waktu berjalan, empat pria ini pun sepakat untuk menyatukan visi dan misi bersama dengan membentuk Group yang diberi nama Vendor Coffe Visual Studio.

"Barulah kami berempat memantapkan diri buat satu vendor yang berkecimpung di bidang wedding fotografi," kata Aang kepada Sripoku.com, Minggu (19/8/2018).

Setelah terbentuk ,mereka berempat terus menekuni hobi yang sama dan menjadikannya seagai suatu pekerjaan, terutama yang mengarah ke fotografi pernikahan.

"Dengan cara terus meningkatkan kualitas untuk konsumen agar hasil yang didapat semakin baik dan baik," ujar Aang.

Selain itu, diakui Aang, menekuni pekerjaan ini membuat dirinya dan tiga temannya bisa mendapatkan keluarga baru dari konsumen yang memakai jasa mereka, karena pada sesi foto wedding kekuatan emosional juga harus di dapatkan antara fotografer dan konsumen itu sendiri.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved