Berita Palembang

Suhu Ekstrem Selimuti Palembang, Atlet Bertanding di Asian Games 2018 Diminta Waspada

Beberapa cabang olahraga (Cabor) Asian Games 2018 telah memulai pertandingan di venue Komplek Jakabaring Sport City (JSC) Palembang

Penulis: Reigan Riangga | Editor: pairat

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan Riangga

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Beberapa cabang olahraga (Cabor) Asian Games 2018 sudah memulai pertandingan di venue Komplek Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Minggu (19/8/2018)

Cuaca ekstrem menyelimuti Kota Palembang dengan suhu panas hingga mencapai 34 derajat celcius dapat membahayakan kondisi atlet peserta yang bertanding. 

Untuk itu, para atlet yang bertanding serta warga khususnya di kota pempek ini diminta mewaspadai kondisi tersebut. 

Kasi Data dan Informasi BMKG Kenten Palembang, Nandang menuturkan, prakiraan cuaca di Palembang dalam beberapa hari kedepan cerah dan berangin, hanya saja suhu panas ekstrem tidak bisa dielakkan.

"Angin bergerak dari Timur ke Tenggara dengan kecepatan 7knot, kemudian suhu cuaca di Palembang beberapa hari kedepan diperkirakan 25 sampai 34,3 derajat celcius," ungkapnya dikonfirmasi Sripoku.com, Minggu. 

Menurutnya, suhu panas mencapai 34 derajat celcius ini masih masuk dalam kategori normal untuk wilayah khusunya Asia Tenggara. 

Sedangkan standar Kota Palembang dengan suhu seperti demikian masih terbilang normal. Pasalnya pada tahun 2015 lalu suhu panas di bumi Sriwijaya ini pernah mencapai 35,4 derajat celcius. 

Untuk itu, kata Nandang, atlet yang akan bertanding pada Asian Games agar mewaspai dan selalu siaga melihat kondisi cuaca apabila akan berdampak pada kondisi tubuh. 

"Masyarakat juga kita minta menjaga kondisi tubuh dengan cuaca panas diluar ruangan, agar mencegah serta perbanyak mengkonsumsi air putih," jelasnya. 

Baca: Lahir Jelang Pembukaan Asian Games 2018, Bayi Perempuan Ini Diberi Nama Adibah Asian Games

Baca: LRT Mogok Jangan Panik Begini Prosedur Evakuasi Dilakukan ke Penumpang Supaya Aman.

Sementara, ARF Chair of Sport Medicine Committee, Hiura Mikio mengatakan, dari pengalaman beberapa pertandingan ajang Asian Games seperti pada Cabor Dayung, setiap harinya pasti ada atlet yang pingsan karena pengaruh cuaca yang ekstrem.

"Biasanya ada 5-6 orang atlet yang pingsan, tim dokter harus siaga melihat gejala pada tiap atlet. Mengingat, kondisi atlet melemah dilihat dari gejala keram, sakit kepala dan haus berlebihan. Tim dokter harus cepat melakukan evakuasi agar mengurangi penurunan kondisi jasmani para atlet," ujarnya. 

Ia mengatakan, cabor dayung menggunakan alat Wet Bulb Globe Temperature (WBGT). Alat ini merupakan teknologi mutakhir dan sangat membantu untuk mengukur kelembaban, arah angin, temperatur dan lain sebagainya.

“Pastinya alat ini sangat membantu penyelenggaraan Asian Games disini. Sebab kalau temperatur terlalu panas pertandingan bisa ditunda karena berisiko untuk kondisi atlet," jelasnya. (*)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved