Liga I Indonesia

Gomez Sentil PSSI Punya Pekerjaan Rumah Soal Kepemimpinan Wasit

“Kadang di sebuah pertandingan ada banyak kekerasan tapi tidak ada kartu kuning. Jika melihat di Piala Dunia, akan langsung dapat kartu

Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma
Bolasport.com
Pelatih Persib Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez, berbicara kepada media dalam jumpa pers usai melawan Madura United pada laga pekan ketujuh Liga 1 2018 di Stadion Gelora Ratu Pamellingan Pamekasan, Jawa Timur, Jumat (04/05/2018) sore. 

SRIPOKU.COM, BANDUNG-Dalam setiap kesempatan, Pelatih Persib Bandung Marito Gomez selalu memberikan masukan dan kritik bagi wasit yang memimpin Liga I Indonesia.

Menrutu dia, menuntaskan sebagian musim kompetisi hingga pekan ke-20 Liga 1 ini, Federasi sepakbola Indonesia PSSI sudah harusnya membenahinya apa yang kurang sekama kompetisi berjalan.

Sebab menurut Gomez, wasit lah yang harus menjadi sorotan dan yang paling harus diperhatikan.

Rasanya tidak pernah terlepaskan kritik dan masukan menyoal pengadil lapangan di setiap musimnya.

Sebab selalu diperbincangkan hangat untuk dievaluasi, bahkan hingga musim lalu operator kompetisi dan PSSI mendatangkan wasit asing, ternyata bukan solusi.

Menurut pelatih Persib Mario Gomez banyak pertandingan yang keras di Liga Indonesia yang bisa membuat pemain cedera parah. Kondisi demikian terkadang tidak dipimpin oleh wasit yang tegas.

“Kadang di sebuah pertandingan ada banyak kekerasan tapi tidak ada kartu kuning. Jika melihat di Piala Dunia, hal seperti itu langsung mendapat kartu kuning atau bahkan kartu merah jika dilakukan berulang. Dan itu bukan berlaku pada sebagian tapi seluruh tim,” beber Gomez seperti dilansir dari simamaung.com, Sabtu.

Di negara lain, ketika wasit melakukan banyak kesalahan wasit bersangkutan bakal diganti di pertengahan laga. Setelah diganti barulah wasit pengganti mampu menjalankan tugasnya dengan tegas.

“Menurut opini saya, terlalu banyak kekerasan dan harusnya wasit bertindak tegas. Saya ingat di negara saya (Argentina) ada wasit yang biarkan laga terjadi banyak kekerasan dan wasit itu diganti dan setelah itu wasit bertindak tegas dengan berikan penalti, setelah itu tidak ada sentuhan apapun lagi,” ujarnya.

Maka itu, wajib bagi PSSI untuk menjadi pihak yang harus melakukan evaluasi dengan para Komisi Wasitnya. Setidaknya ada waktu sebulan untuk melakukan perbaikan diranah pengadil lapangan.

“Wasit itu berbeda, mereka bisa saja menemukan pertandingan yang keras dan yang tidak. Jika ada wasit yang bagus pertahankan, jika ada yang tidak bagus, federasi harus ganti mereka dengan wasti lokal lainnya,” ujarnya.

PSSI sendiri bukan diam, usaha mereka dalam melakukan reformasi perbaikan di ranah wasit adalah dengan cara melakukan kerjasama dengan federasi Jepang (JFA).

Hingga saat ini kondisi tersebut masih berjalan terutama dalam hal pembinaan wasit. Februari lalu seperti dikutip Bolalob, PSSI menunjuk wasit top asal Jepang Toshiyuki Nagi sebagai direktur teknik wasit PSSI.

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved