Begini Cara Menyimpan Bumbu Dapur agar Lebih Tahan Lama dan Tidak Cepat Membusuk

Namun sifatnya yang alami tersebut membuat bumbu-bumbu dapur cepat membusuk apabila tidak disimpan dengan benar.

Penulis: Hendra Kusuma | Editor: ewis herwis
AneIqbal
Ilustrasi bumbu dapur 

SRIPOKU.COM -- Bumbu dapur menjadi hal yang sangat penting dalam setiap masakan.

Bumbu-bumbu seperti palawija, bawang-bawangan, cengkeh, cabai, dan bumbu dapur merupakan bahan alami yang memberi aroma dan cita rasa lezat pada masakan.

Namun sifatnya yang alami tersebut membuat bumbu-bumbu dapur cepat membusuk apabila tidak disimpan dengan benar.

Oleh karena itu, Grid.ID telah merangkum dari laman Sajian Sedap, 4 cara menyimpan bumbu dapur agar lebih bertahan lama.

1. Menyimpan Aneka Bawang dan Cabai di suhu ruang

Cabai
Cabai 

Saat ini masyarakat Indonesia sebagian besar sudah memiliki kulkas di rumahnya.

Salah satu alasannya adalah dapat menyimpan banyak bahan makanan agar lebih tahan lama.

Namun, itu tidak berlaku untuk menyimpan aneka bawang dan cabai.

Baca: Tak Perlu Ke Dokter, Ini Waktu Terbaik Untuk Deteksi Kanker Payudara, Bisa Lakukan Sendiri

Bawang putih punya banyak manfaat
Bawang putih punya banyak manfaat (Organic Facts)

Pasalnya aneka bawang yang masih tertutup kulit dan cabai yang disimpan di kulkas begitu saja, akan lebih cepat membusuk.

Perlakuan yang tepat untuk menyimpan aneka bawang dan cabai adalah dengan cara menyiangi di suhu ruangan. Namun, sebisa mungkin jangan melakukannya dekat dengan sumber panas seperti kompor, microwave, atau langsung terpapar sinar matahari.

Namun, cabai dan bawang yang telah dikupas dapat diletakkan di wadah tertutup yang telah dilapisi kertas untuk kemudian disimpan di kulkas.

Selain itu, bawang dan cabai juga lebih sering dihaluskan terlebih dulu baru disimpan di kulkas agar lebih mudah saat digunakan.

Baca: 3 Bahan Ini Buat Kekebalan Tubuh Semakin Kuat dan Jauh dari Penyakit yang Disebabkan Oleh Virus

2. Palawija disimpan di plastik atau kertas

Jahe
Jahe (Internet)

Palawija seperti jahe, kunir, dan kencur biasanya bisa disimpan hanya dengan diangin-anginkan di suhu ruangan.

Namun, sebisa mungkin jangan meleakkannya dekat dengan sumber panas seperti kompor, microwave, atau langsung terpapar sinar matahari.

Agar palawija menjadi lebih awet dan tidak mengering kamu bisa membungkusnya dengan kertas, kemudian masukkan ke dalam plastik, diikat, dan kemudian masukkan ke dalam kulkas.

Dengan cara tersebut maka palawija akan tetap segar dan bertahan lama.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved