Sebelum Terlambat, 5 Hal Ini Wajib Diketahui Jika Tak Mau Dianggap Sebagai Teman Saja oleh Si Dia
Kamu harus tahu setidaknya ada 5 alasan kenapa kamu bisa terjebak dalam friendzone agar kamu bisa menghindarinya sebelum terlambat.
Penulis: Tresia Silviana | Editor: Tresia Silviana
SRIPOKU.COM - Terkadang semua kebaikan dan ketulusan yang telah kamu berikan kepada seseorang yang kamu inginkan menjadi sia-sia saat ia memberikan penolakan dengan berbagai alasan.
Saat dia mengatakan sudah nyaman menjadi sahabatmu, saat itulah kamu menyadari bahwa selama ini kamu sudah terjebak dalam dunia 'Hanya teman' alias Friendzone.
Saat itu kamu mulai bertanya-tanya mengapa dia tak bisa menerimamu sebagai pasangan ketika dia menerima semua kebaikan dan ketulusan yang kamu berikan padanya saat PDKT.
Sebelum kamu terjebak dalam dunia Friendzone, kamu harus tahu setidaknya ada 5 alasan kenapa kamu bisa terjebak dalam friendzone agar kamu bisa menghindarinya sebelum terlambat.
1. Saat PDKT masih bisa dekat dengan siapa saja
Kalau kamu masih PDKT, kamu masih berhak dan bisa saja mendekati banyak wanita atau lelaki dalam waktu bersamaan karena setia itu hanya berlaku dalam hubungan berpacaran.
Saat masa pendekatan kamu bisa mendekati lebih dari satu orang, hal itu juga bisa membuatnya penasaran karena kamu dekat dengan begitu banyak orang.
Tapi, kalau hal itu tidak juga membuatnya penasaran, tandanya dari awal dia memang hanya menganggapmu tak lebih dari teman biasa.
Baca: Tasya Kamila SAH Dinikahi Randi Bachtiar, Gunakan Mata Uang Dollar, Ini Foto-foto Pernikahannya
2. Jangan bertahan pada status teman
Kalau hanya masih berstatus teman kamu sudah selalu ada untuknya, lalu untuk apa kamu menjadikannya pasangan?
Saat menjadi teman dia sudah nyaman dengan semua kebaikan yang kamu berikan, maka dia akan berpikir tak perlu lagi untuk lebih dari sekedar berteman.
Kamu gagal membuatnya penasaran karena kamu selalu ada untuknya.
Sesekali cobalah untuk membuat dia merasa kehilangan kamu dengan membatasi kebaikan yang kamu berikan untuknya.
Jika dia merasa kehilangan dirimu, dia akan mencarimu.
Baca: Mewahnya Rumah Ivan Gunawan, Berisi Barang Antik & Mahal tapi tak Ada Dapur, Ini Penampakannya!
3. Jangan terus berinvestasi untuknya
Jangan terus menerus berinvestasi untuknya, kamu harus bisa membuat dia membalas investasi yang telah kamu berikan padanya.
Salah satu cara membuat orang tertarik dengamu adalah dengan membuatnya melakukan sesuatu untukmu.
Tidak hanya kamu terus yang melibatkan diri dalam kehidupannya tapi dia juga harus melibatkan kamu dalam kehidupannya.
Kamu bisa membuatnya selalu terlibat dalam setiap kesibukan atau kegiatanmu.
Mintalah bantuan darinya untuk menemanimu ke acara tertentu, meluangkan waktunya untuk mendengarkan masalahmu dan hal-hal lainnya.
Minta bantuan sekecil apapun yang penting dia berinvestasi dalam hidupmu.
Baca: Romantis! 6 Selebriti Indonesia Ini Nikahi Teman Masa Kecil, No 5 Sedih Karena Ditinggal Mati
Baca: Sempat Hina Siti Badriah Pakai Jargon Miliknya, Kini Beredar Video Lagu Syahrini diduga Plagiat
4. Punya keberanian
Bagaimana mungkin kamu bisa menjadikannya pasanganmu kalau kamu terus bermain aman dengan hanya mengajaknya chatting saja.
Daripada berlama-lama mengajaknya chatting, mulai sekarang beranikan diri untuk menelpon dan mengajaknya bertemu.
Semakin banyak interaksi langsung yang kalian lakukan, kalian juga bisa lebih dekat untuk mengenal dan menunjukkan ketertarikan satu sama lain.
Jika kamu sudah punya keberanian untuk mengajaknya berkencan, kamu juga harus sudah punya persiapan dan kencan seperti apa yang akan kamu lakukan dengannya.
Baca: Akhirnya Ketahuan! Ini Sosok Enam Kriteria Cawapres Jokowi Diumumkan 8-10 Agustus
5. Jangan hanya fokus mengejar satu orang
Kamu mudah terjebak friendzone karena hanya kamu yang berusaha mendapatkannya tanpa diimbangi usaha darinya untuk mendapatkanmu juga.
Kamu yang selalu mengejar-ngejar dia dengan menuruti semua keinginannya, itu adalah kesalahan yang kamu lakukan saat PDKT.
Mulai sekarang belajarlah untuk menghargai dirimu sendiri.
Jangan memaksakan kehendak untuk mendekati seseorang yang sejak awal memang terlihat tak tertarik padamu.
Kalau dia memang tertarik padamu, dia pasti akan melakukan usaha yang sama dengan yang kamu lakukan.
Kamu harus berani meninggalkan seseirang yang tidak pernah menghargai usahamu untuk mendapatkannya.
Orang yang berani pergi dulu justru lebih punya kekuatan untuk mengendalikan sebuah hubungan.
(*)