Kisah Moeng Prahadimulyo, Komandan Kopassus yang Telan Telur Ular Sanca Mentah Dihadapan Prajurit
Kisah Moeng Prahadimulyo, Komandan Kopassus yang Telan Telur Ular Sanca Mentah Dihadapan Prajurit
Penulis: Fadhila Rahma | Editor: Fadhila Rahma
SRIPOKU.COM - Menjalani hidup sebagai seorang prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) tentu tidak akan sama seperti manusia biasa.
Saat Kopassus masih bernama RPKAD, ada seorang komandan yang kerap membuat kelabakan.
Ia dikenal sebagai komandan yang sang disiplin.
Baca: Kisah Anak Cari Ayah yang Tewas di Barisan Prajurit Kopassus, Sang Ibu Sampai Tak Berani Jujur
Baca: Kisah Komandan Kopassus Tak Takut Mati Tertembus Peluru di Kepala, hingga Gugur di Tanah Saparua
Melansir dari Sintong Panjaitan Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando yang dikutip Intisari, ia adalah Kolonel Moeng Parahadimulyo.
Demi melatih prajurit Kopassus, Kolonel Moeng Parahadimulyo kerap menerapkan latihan yang keras.
Kolonel Moeng Parahadimulyo berprinsip agar prajurit Kopassus bisa memenangkan pertempuran, meskipun hanya bersenjata sebilah pisau.
Baca: Kisah Prajurit Kopassus Tak Sengaja Meng-KO Master Karate Jepang Sekali Pukul
Kamudian, ia menekankan agar prajurit Kopassus bisa hidup sehari-hari saat berada di hutan.
Saat pembelajaran survival, ia tak hanya memberikan pengetahuan secara teoretis, Kolonel Moeng justru memberikan contoh konkret.
Kala itu, seorang siswa komando menangkap ular sanca.
Baca: Cerita Kelam 1958, Ketika Pasukan RPKAD Terpaksa Bertempur & Binasakan Teman Sendiri yang Membelot
Ular sanca itu pun dikuliti oleh siswa tersebut.
Di dalam perut ular sanca itu ternyata terdapat 20 puluh telur.
20 telur ular sanca itu menguntai panjang terbungkus lemak.
Baca: Kisah Ilham Habibie, Anak Presiden yang Tak Pandai Bahasa Indonesia, Begini Hidupnya Sekarang
Melihat untaian telur sanca, Kolonel Moeng pun langsung turun tangan.
Tanpa basa basi, ia mengambil untaian telur sanca itu.
Terhitung ada enam telur sanca pada untaian tersebut.
Kamudian, Kolonel Moeng langsung menelan telur sanca itu mentah-mentah.
Melihat Kolonel Moeng, mata para siswa komando dan instruktur Kopassus langsung terbelalak.
Mereka terkejut melihat aksi komandannya ini.
Mereka pun hanya bisa menurut saat diinstruksikan menelan telur sanca itu mentah-mentah.
Pada waktu yang lain, Kolonel Moeng pun sempat membuat sopirnya terkejut.