Berita Palembang
Mengapa LRT Palembang Mogok, Ini Penjelasan Humas PT KAI DIVRE III Palembang
Permasalahan itu, menurut Aidah, telah dilaporkan ke PT INKA selaku pembuat kereta LRT untuk dilakukan pemeriksaan.
Penulis: Rangga Erfizal | Editor: Candra Okta Della
Laporan wartawan Sriwijaya Post Rangga Erfizal
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- LRT Palembang telah melalui uji coba dalam beberapa pekan terakhir.
Bahkan kemarin kereta sudah mengangkut penumpang dan secara resmi telah beroperasi melayani Masyarakat.
Namun saat hujan lebat melanda kota Palembang Light Rail Transit (LRT) atau kereta api ringan tersebut berhenti secara tiba-tiba dalam radius 2 kilometer sebelum memasuki stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.
Kereta yang melaju dengan kecepatan 30-40 km/jam tersebut sempat mengalami mati mesin akibat padamnya listrik sehingga kereta sempat gelap selama beberapa detik.
Saat coba dikonfirmasi, Humas PT KAI Divre III Palembang, Aidah, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, LRT sempat mogok selama kurun waktu 45 menit setelah diguyur hujan.
“Mogok 45 menit 2 kilometer sebelum stasiun bandara, karena ada masalah teknis,” kata Aidah saat dikonfirmasi, Kamis (2/8).
Permasalahan itu, menurut Aidah, telah dilaporkan ke PT INKA selaku pembuat kereta LRT untuk dilakukan pemeriksaan.
Aida menambahkan, selama kereta terhenti, semua penumpang mempilih tetap bertahan di dalam kereta. Hal ini karena lampu dan AC di dalam masih tetap hidup normal.
"Kalau dibilang mogok, sebenarnya LRT bukan mogok, lebih tepatnya terhenti ya. Karena lampu dan AC kereta juga hidup semua, hanya tidak jalan saja," ungkapnya.
Perihal LRT Mogok, Pengamat Transportasi Menilai Pengelola Harus Transparan Jelaskan Kesiapan LRT
Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria Saputra
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Mogoknya Light Rail Transit (LRT) atau kereta api ringan saat membawa penumpang seharusnya tak terjadi mengingat moda transportasi anyar tersebut bakal menjadi infrastruktur penunjang yang membawa atlet Asian Games 2018 menuju venue pertandingan di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Kamis (2/8/2018).
Banyak faktor yang dapat menyebabkan si ular besi tersebut mogok, mulai dari komponen, pasokan listrik serta faktor x lainnya.
Menurut Pengamat Transportasi Syadina Ali, pengelola LRT juga dianggap harus terbuka dan transparan kepada publik apabila kereta memang belum siap beroperasi, jangan sampai hanya karena ingin buru-buru menyebabkan kendala teknis terjadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ilustrasi-stasiun-lrt-yg-digunakan_20180719_100539.jpg)