Psikotes Balon Anggota KPU Sumsel Bebas Intervensi
Essi mengatakan, tim yang menguji psikotes itu memang mereka yang punya kompetensi. Kalau untuk psikolog, itu psikolog klinis bukan psikolog teori
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Budi Darmawan
Laporan Wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz
SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Proses psikotes calon komisioner KPU Sumsel dilakukan yang dilaksanakan di Rumah Sakit Ernaldi Bahar, pada Kamis dan Jumat (26-27/07) itu diklaim bebas dari intervensi dan benar-benar profesional.
Direktur Rumah Sakit Ernaldi Bahar, Dr Hj Yumidiansih F, Mkes menyatakan, semua yang dilakukan pada tahapan psikotes tersebut memang harus profesional.
“Ini kan menyangkut etika dan profesi, tentu harus profesional, sejauh ini yang dilakukan ya seperti itu,” ujarnya, Sabtu (28/7/2018).
Wanita yang akrab disapa Essi ini menerangkan, bahwa terkait jadi atau tidaknya tiap-tiap calon, itu bukan wewenang pihak Ernaldi Bahar. Karena, pihaknya hanya memberikan hasil tes dan dikirim ke Tim Seleksi (Timsel) secara tertutup.
“Memang ada rekomendasi, tapi tidak menilai. Karena yang menentukan itu institusi yang mengirim. Kami kan hanya pihak yang ditumpangi untuk memeriksa bagaimana masing-masing calon,” katanya.
Essi mengatakan, tim yang menguji psikotes itu memang mereka yang punya kompetensi. Kalau untuk psikolog, itu psikolog klinis bukan psikolog teori dan sudah punya profesi.
“Satu tim ada lima, empat tim psikolog dan ada tim lain sebagai penunjang. Dari hasil tersebut disampaikan ke kami dan kami hanya menandatangani sebagai direktur mengetahui dan dikirimkan. Untuk saat ini hasilnya belum saya tandatangani, prosesnya kan Kamis dan Jumat, jadi mungkin perlu beberapa hari tidak mungkin satu hari harus selesai,” katanya.
Essi mengungkapkan, tahapan psikotes calon Anggota KPU Sumsel Kamis (26/7/2018) lalu dimulai dari tes tertulis, kemudian melakukan diskusi. Tiap peserta dibuat kelompok dan dilihat oleh tim penilai. Selanjutnya dilakukan wawancara satu persatu baru diberi kesimpulan berupa nilai.
“Nah mungkin tim penilai punya kriteria sendiri. kalau saya hanya struktural job manajemen disini. Kan ada 31 orang yang dinilai yang terlihat saat diskusi, siapa-siapa yang bisa memberikan pendapat, siapa yang emosional dan siapa yang dominan. Saya tidak tahu, yang pasti ada aspek-aspek itu yang dinlai, seperti ketahanan terhadap preasure,” ungkapnya.
Baca: Detik-detik Bus Jemaah Haji Terbakar, Berhamburan Selamatkan Diri dan Sopir WNI Tewas di TKP
Baca: Gunakan Pewarna Alami, Kain Tenun dan Jumputan Khas Palembang Diminati Warga Malaysia
Ketua Lembaga Pemantau Pemilu Sumsel Budget Center (SBC), Abdul Haris mengatakan, semua stakeholder agar dapat mematau dan mengawal proses seleksi anggota komisioner KPU Sumsel yang lagi berjalan saat ini.
“Tentunya, kinerja Tim Pansel menjadi indikator penting dan menentukan dalam setiap proses seleksi ini. Dalam proses seleksi calon anggota KPU Sumsel ini, kami sangat mengapresiasi tahapan seleksi tes tertulis dengan metode CAT. Karena hasil nilai para peserta test sangat objektif dan pengumumannya juga transparan,” katanya.
Haris melanjutkan, pihaknya berharap Tim Pansel tetap independen, profesional dan tetap menjaga transparansi, dalam melakukan penilaian hasil seleksi pada tahap test psikologi. Karena penting untuk memastikan, bahwa dari seleksi ini dapat menghasilkan Anggota KPU Provinsi Sumsel yang baru dan benar-benar orang yang kompeten, profesional, netral dan non partisan.
“Tentu saja, kami akan terus mengawal dan melakukan pemantauan setiap proses tahapan seleksi ini. Kami juga mengajak masyarakat, serta lembaga terkait seperti Ombusman untuk ikut mengawal seluruh proses seleksi yang dilakukan oleh Tim Pansel,” pungkasnya.
Ketua Timsel KPU Sumsel DR Anisatul Mardiah mengatakn hingga kini belum ada pengerucutan jumlah peserta yang diseleksi.
"Belum (dikerucutkan), masih nunggu analisis dari tim psikolog," kata mantan Ketua KPU Sumsel. (Abdul Hafiz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/peserta-tes-kpu_20180728_233541.jpg)