Progres Pembangunan Capai 87,4 Persen Musi IV Alami Penyesuaian Desain

"Jembatan Musi IV saat ini jika ditaksirkan melalui angka sudah mencapai 87,4 persen pengerjaannya,"

Penulis: Rangga Erfizal | Editor: Budi Darmawan
SRIPOKU.COM/syahrul
Pekerja melintas di badan jembatan Musi IV beberpa waktu lalu 

Laporan wartawan Sriwijaya Post Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pengerjaan konstruksi jembatan Musi IV masih dalam proses pengerjaan. Hal tersebut tidak menyurutkan langkah para pekerja untuk menyelesaikan pekerjaannya Kendati ada penyesuaian desain pada beberapa bagian jembatan.

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksana Jalan Metropilitan BBPJN V, Yudian Budi Krisna saat dihubungi mengatakan, progres pembangunan jembatan yang menghubungkan wilayah Ulu dan Ilir Kota Palembang tersebut telah mencapai 87,4 persen.

"Jembatan Musi IV saat ini jika ditaksirkan melalui angka sudah mencapai 87,4 persen pengerjaannya," bebernya, Jumat (27/7).

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Musi IV Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBJN) Metropolis, Suwarno, ikut membenarkan pernyataan Yudian. Menurutnya, progres Musi IV kian hari semakin dikebut, mengingat kebutuhan masyarakat untuk akses jalan penghubung. "Ya sesuai data pengerjaan sudah 87,4 persen," bebernya.

Sebelumnya, pihak Konsultan sempat meminta ada sedikit perubahan pembangunan Musi IV terutama pada balok diafragma dalam box girder atau kontruksi lantai jembatan.

"Untuk perubahan ada sebanyak 24 unit balok diafragma dalam box girder atau pada konstruksi lantai jembatan," bebernya, Jumat (27/7).

Suwarno menambahkan, penambahan pada struktur lantai jembatan dilakukan agar tak terjadi defleksi (pelengkungan) pada box girder. Untuk mencegah pelengkungan tersebut maka pihak konsultan mereview desain dari konsultan mengenai perencanaan hasil pengerjaan jembatan.

"Berdasarkan hasil analisis konsultan perencanaan yang menangani jembatan Musi IV serta menurut analisa mereka jika tidak adanya balok tersebut, maka keadaan box girder akan mengalami pelengkungan sekitar 6,91 milimeter. Memang saat ini tidak berpengaruh, namun dikhawatirkan kedepan beton tersebut akan mengalami keretakan," ujar Suwarno.

Baca: Lafaz Niat Shalat Gerhana Bulan (Khusuf) serta 14 Rukunnya Secara Lengkap

Baca: Minta Istri Tambah ART, Ruben Onsu Justru Dicecar Sarwendah, Jawabannya Mengejutkan & Tak Masuk Akal

Pemasangan balok tengah berlangsung. Saat ini sudah terpasang 14 balok yang artinya menyisakan 10 balok lagi yang belum terpasang. Suwarno menambahkan secara teori masih membutuhkan waktu sekitar 140 hari lagi untuk penyelesaian jembatan.

"Oleh karena itu, kami harus bekerja keras lagi untuk memenuhi apa yang diperintahkan pihak konsultan. Pemasangan satu balok diafragma saja membutuhkan waktu sekitar 14, 5 hari. Tapi, sejak awal Juni lalu sampai saat ini kami telah menyelesaikan 14 balok," ujarnya.

Selain itu, untuk progres pengaspalan jembatan saat ini telah mencapai sekitar 800 meter dari total keseluruhan yakni 1.130 meter panjang jembatan.

"Progres pengerjaan aspal minggu ini telah mencapai 800 meter, kendala tidak terlalu berarti. Kami tetap fokus pada pengerjaan," tutup Suwarno. (mg2)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved