Kisah Kakek Sebatang Kara, Idap Asma, Kaki Kanannya Patah dan Sambung Hidup dengan Jualan Kerupuk
Seorang pengguna Facebook membagikan kisah seorang kakek yang ia temui di jalan.Akun Afrida Ningsiih ini mengunggah sejumlah
Kaki sebelah kanan nya juga patah.
Beliau berjalan pelan dengan terseok Seok.
Namun tetap dengan mulut yang terus bertasbih.
Dan aku mulai mengajak nya mengobrol.
Meski sesekali ia menghisap lagi inhaler kesayangan nya.
Ia memulai ceritanya, kesedihan mendalam karena hidup sebatang kara, ditambah lagi dengan meninggal nya sang pujaan hati 16 tahun yang silam, tidak diberikan keturunan hingga tidak memiliki tempat tinggal.
Namun ujian itu malah menjadikan kakek 86 tahun itu semakin tawakal.
"Buat apa kita takut menjalani semua ini nak? Allah tidak pernah meninggalkan kita" begitulah kalimat singkat yang sekali lagi membuat hati ku bergetar.
Aku bertanya lagi tentang dagangan yang ia ambil dari agen kerupuk kulit yang teras rumahnya ia tumpangi untuk tempat berteduh.
"Harga nya 5000 nak, kakek ngambil 4000 sama agen nya, jadi sama kakek 1000" seluruh otot di tubuhku lemas seketika.
Pandangan yang buram, badan yang sudah mulai rapuh, kaki nya patah tak menghalangi nya.
Beliau masih saja bercerita... Namun kulihat air mata nya menetes.
Aku bertanya kenapa, dan beliau menjawab "Enggakpapa nak, kakek sedih aja, hidup sebatang kara. Sendirian ga punya anak, sekali ini kakek ketemu kamu.. akhirnya selama 86 tahun kakek baru dapat cucu, kamu nak. semoga kakek masih bisa bertemu kamu" begitulah kalimatnya yang membuat tangis ku pecah.
Seseorang kakek yang merindukan ku, seorang kakek yang menggenggam tangan ku erat.
Kami berpelukan dengan tangis masing masing.