Berita Palembang

Pasutri Tewas Dibantai di Gubuk, Si Suami Ditemukan 400 Meter dari Gubuk

Pasangan suami istri (pasutri) Ishak (60) dan Darkem (45), ditemukan tewas di gubuknya Desa Kuala Puntian Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin.

Penulis: Welly Hadinata | Editor: Tarso
istimewa
Anggota Polsek Tanjung Lago Banyuasin saat melakukan olah tempat kejadian perkara sebuah gubuk di Desa Kuala Puntian Kecamatan Tanjung Lago Banyuasin tempat Pasutri dibantai. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Welly Hadinata

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pasangan suami istri (pasutri) Ishak (60) dan Darkem (45), ditemukan tewas di gubuknya Desa Kuala Puntian Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin.

Jasad keduanya kini dibawa ke Kamar Jenazah RS Bhayangkara Palembang, Senin (16/7).

Informasi dihimpun, kedua korban ditemukan pada Minggu (15/7). Awalnya pihak kepolisian bersama aparat desa membuka rumah korban secara paksa.

Setelah di dalam rumah, warga dan petugas melihat beras berhamburan dan pintu dapur dalam keadaan terkunci kemudian di kamar diatas ranjang korban Darkem dibalut selimut dan bantal dalam keadaan dibekap ditemukan sudah tidak bernyawa lagi dan di kepala berdarah.

Usai penemuan korban Darkem, sekitar jarak 400 meter di sebuah pondok tak jauh di kediaman rumah mereka, korban Ishak pun ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan.

Diketahui gubuk itu tidak dihuni dan sempat dikabarkan bahwa sepeda motor milik korban Ishak hilang, namun saat dilakukan penyelidikan, warga desa setempat menemukan motor korban.

Dari pantauan Sripo di RS Bhayangkara, pihak keluarga dan kerabat korban tak kuasa menahan sedih. Meri (38), putri sulung korban Ishak, tak kuasa menahan sedih atas kejadian yang menimpa ayahnya.

"Pelakunya benar-benar sadis dan semoga para pelaku cepat ditangkap dan mendapat hukuman setimpal. Saya sama sekali tidak ada firasat, tapi sebelumnya ayah pernah bilang agar anaknya bisa meneruskan usaha warung manisan miliknya," ujar Meri.

Dikatakan Meri, usaha warung manisan ayahnya di Dusun 2 Parit 12 Afdeling 4 PT Mas Desa Kualo Putian, Kecamatan Tanjung Lago, Banyuasin.

Sekitar sudah delapan bulan buka warung manisan dan sebelumnya bertani di jalur.

"Kami benar-benar kehilangan. Rencananya ayah akan dimakamkan di TPU Telaga Swidak. Kalau Ibu (Darkem) udah dimakamkan di TPU Gandus," ujar Meri.

Kepala RS Bhayangkara Kompol Dr Wahono Edhi Prastowo didampingi dokter foresik Kompol Dr Mansuri mengatakan, pada tubuh kedua korban, ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Diantaranya pada bagian kepala. Kondisi kedua korban sudah mengalami pembusukan. Diduga, sudah meninggal lebih dari satu hari.

Sementara itu Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menegaskan, petugas jajaran Polres Banyuasin dan Jatanras Polda Sumsel sudah diperintahkan melakukan penyelidikan. Petugas masih mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi.

"Akan kami kejar sampai kemana pelakunya. Mengenai motifnya masih belum diketahui, bisa jadi masalah balas dendam atau sengketa lahan. Karena kalau perampokan, tidak ada barang yang hilang dan kedua korban tinggal di gubuk. Namun pastinya saat ini masih dalam penyelidikan petugas," ujar Zulkarnain.(bew)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved