Aplikasi Joget Usung Popularitas, Felix Siauw Khawatir & Singgung Soal 'Generasi Tanpa Rasa Malu'
Bocah-bocah baru beranjak dewasa, tapi sudah gila popularitas, meet and greet layaknya artis peraih oscar, lengkap dengan tiket berbayar
Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Rizka Pratiwi Utami
SRIPOKU.COM -- Tik Tok merupakan salah satu aplikasi yang sedang digemari saat ini.
Bukan hanya oleh kaum muda, orang tua sampai kakek-nenek pun ada yang ikut bermain Tik Tok.
Aplikasi yang satu ini berhasil menarik hati banyak orang karena dinilai seru dan sangat menghibur.
Saking mewabahnya, para penggunanya sampai rela mencari ide di luar batas wajar.
Salah satunya adalah Tik Tok yang dilakukan sekelompok remaja yang dinilai telah melecehkan agama.
Bahkan, ada juga video Tik Tok yang menampilkan hal-hal yang dianggap tidak wajar.
Baca: Kominfo Beri Dua Syarat yang Harus Dipenuhi Tik Tok, Jika Ingin Pemblokirannya Dicabut
Baca: Jadi Bahan Cibiran Hatters, Ibunda Bowo Menangis Khawatirkan Nasib Anaknya, Uya Kuya Ungkap Hal Ini
Tik Tok hadir dengan segudang pro dan kontra dari berbagai kalangan.
Tak hanya itu saja, dengan kecanggihannya, bahkan Tik Tok dapat menjadikan seseorang terkenal dan mendapatkan banyak keuntungan, salah satunya Bowo Alpenleibe yang kini sedang menjadi sorotan warganet.
Maraknya jadi pembicaraan warganet, ustaz Felix Siauw turut memberikan komentarnya atas fenomena ini.
Ustad Felix, memang terbilang sering mengunggah berbagai ungkapan di sosial media.
Bahkan tak jarang para followersnya merasa tersentuh ataupun tambah memahami apa yang disampaikan oleh Ustaz berkulit putih ini.
Nah pada sesi hari ini, dilansir dari laman Instagramnya, Felix menulisakan untaian kata, bertajuk "Generasi Tanpa Rasa Malu".
Generasi Tanpa Rasa Malu
"Apa kesamaan anak-anak zaman now yang kebablasan dengan segala aplikasi joged dan popularitas instan, dengan bapak-bapak zaman old pembela penista agama? Tak punya malu.
Andai hanya tak tahu malu, masih bisa diberitahu.
Tapi tak punya malu itu beda, bahkan mereka tidak merasa salah dan janggal atas hal yang mereka lakukan.
Bocah-bocah baru beranjak dewasa, tapi sudah gila popularitas, meet and greet layaknya artis peraih oscar, lengkap dengan tiket berbayar dengan fasilitas yang sangat memilukan.
Bayangkan masa depan seperti apa yang ingin dibangun?
Jangan dulu bicara agama, bahkan kaum paling sekuler saja, miris dengan keadaan generasi seperti ini.
Tidak lelakinya tidak wanitanya, harga diri, kehormatan dan kemuliaan sudah dilego, demi shares, likes dan comments.
Muser, tiktokers, apapun namanya, kini menggantikan manusia.
Mereka bilang melepas rasa malu itu adalah karya, mereka ucap bahwa menafikkan intelektualitas adalah penghargaan, dan berlaku bodoh sebagai trend dan kekinian.
Tak sepenuhnya mereka salah.
Mereka adalah generasi yang muncul karena mencontoh generasi lebih dulu yang tak tahu malu juga.
Para penjilat dan pecandu duniawi.
Mereka saksikan begitu mudah kalimat berubah, begitu mudah perilaku berganda, kemunafikan yang tak lagi terselubung.
Demi kekuasaan dan uang, apapun bisa dilakukan.
Labelnya partai Islam, lambangnya Islam, tapi tak tahu malu dengan menyalahkan SPBU atas naiknya harga, demi ganjaran dari junjungannya, kursi kekuasaan di masa depan.
Sorbannya menjulang, gelar-gelar ulama disematkan, tapi tak tahu malu mendukung penista agama dan partainya.
Melupakan Islam dan ummatnya, juga kehormatan dakwah.
Generasi tak punya malu, memajang wajah mereka di seantero negeri, dengan baliho dan bilboard mentereng.
Membeli spot televisi, lalu mempertontonkan kejahilan mereka.
Generasi zaman now, lelaki tak jadi, dan wanita yang bisa dibeli.
Generasi zaman old, lelaki yang ingkar janji, dan wanita yang tak yakin bakal mati. Sama-sama tak punya malu,"tulis Felix sekitar 17 jam yang lalu.
Berikut video selengkapnya:
(Sripoku.com/Rizkapratiwiut)