Belum Sempurna Menjadi Suami, Felix Siauw Posting Tulisan Menyentuh untuk Istrinya, Netter Deg-degan
Pada unggahannya Minggu, (24/6/18), Felix menuliskan permintaan maafnya karena belum dapat membahagiakan istrinya, seperti ini:
Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Rizka Pratiwi Utami
SRIPOKU.COM - Setiap orang tentulah penasaran tentang siapa jodohnya.
Penasaran tentang siapa sih orang yang akan mendampingi hidup ini untuk selamanya.
Penasaran itu wajar, karena memang jodoh itu adalah suatu hal yang sangat penting dalam hidup ini.

Namun kita sebagai manusia biasa, kita tak bisa melihat jodoh kita di masa depan.
Hanya saja kita memang yang berusaha menemukannya atau pun mendapatkannya.
Diantara kita pun berbeda-beda dalam menemukannya, ada yang terasa begitu cepat ada pula yang tak begitu cepat.
Hal itu memang karena kita punya jalan masing-masing yang berbeda satu sama lain.
Baca: Ilmuwan Menduga Sampah Yang Berserakan Di Pantai Terkecil Di Australia Berasal dari Indonesia
Tak hanya itu saja, nantinya jalinan kasih tersebut akan bermuara dalam sebuah hubungan yang lebih serius, yakni pernikahan.
Kebanyakan yang terjadi di dalam sebuah hubungan, ialah mulai hilangnya perasaan cinta yang dulunya pernah menggebu-gebu.
Lalu bagaimana cara untuk mempertahankan jalinan kasih tersebut?
Dalam hal ini Felix Siauw juga turut belajar untuk terus mempertahankan cintanya pada sang istri.
Ustad Felix, memang terbilang sering mengunggah berbagai ungkapan di sosial media.
Baca: Jadi Sorotan, Ada Hal Janggal Dalam Sinetron Roy Kiyoshi Anak Indigo Netizen Sampai Heboh

Bahkan tak jarang para followersnya hingga menangis membaca tulisan sang Ustad berkulit putih tersebut.
Nah pada sesi hari ini, dilansir dari laman Instagramnya, Felix menulisakan untaian kata, bertajuk 'Aku Masih'.
Seperti ini tulisan selengkapnya:
Pada unggahannya Minggu, (24/6/18), Felix menuliskan permintaan maafnya karena belum dapat membahagiakan istrinya, seperti ini:
Aku Masih
"Masih belajar membahagiakan dirimu.
Karenanya bimbing aku tentang suka dan bencimu, agar aku pahami berang dan riangmu
Masih belajar memahami, jadi jangan engkau ejek dan tertawai diriku.