Felix Siauw Jelaskan, Bagaimana Lailatul Qadr Bagi Muslimah Haid, Ternyata
Ustad Felix Siauw memberikanpenjelasan bagaimana seorang wanita haid, tetapi ingin mendapatkan ampunan di malam Lailatul Qaqar.
Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Rizka Pratiwi Utami
SRIPOKU.COM - Malam Lailatul Qadr sangat dinantikan oleh semua orang, karena keistimewannya yang dimuliakan oleh Allah melebihi malam-malam lainnya.
Lailatul Qadar itu terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan.” (HR. Bukhari)
Terjadinya lailatul qadar di malam-malam ganjil itu lebih memungkinkan daripada malam-malam genap, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Untuk itu semua umat Islam pastinya akan melakukan yang namanya salat Tahajud, baca Al quran serta melakukan Iktikaf di masjid.

Baca: Mengungkap Fakta Tuduhan Perselingkuhan Ahok dan Grace Natalie yang Disebut Pernah Sekasur
Lalu bagaimana dengan cara wanita haid menghidupkan Lailatul Qadar?
Dalam akun Instagramnya, Ustad Felix Siauw memberikan sedikit penjelasan bagaimana seorang wanita yang sedang haid, tetapi ingin mendapatkan ampunan di malam Lailatul Qaqar.
Sebelumnya ustad Felix Siauw memang sangat rutin mengunggah beberapa tulisan di akun Instagram pribadinya.
Bahkan tak jarang para followersnya hingga menangis membaca tulisan sang Ustad berkulit putih tersebut.
Baca: Buka Puasa Bersama Anak Yatim, Syahrini Bongkar Rahasia, Netter : Ngerti Deh Kenapa Duitnya Banyak
Seolah menjawab berbagai pertanyaan dari warganet, Ustad Felix Siauw berusaha menjelaskannya dengan kalimat sederhana, seperti ini tulisannya:
Malam Al-Qadr atau Lailatul Qadr adalah malam terbaik diantara malam-malam lain dalam setahun, yang beribadah di dalamnya bernilai lebih dari 1000 bulan.
Maka sahabat sangat memperhatikan dan berburu Lailatul Qadr ini
Rasulullah saw bersabda, "Carilah Lailatul Qadr di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan" - HR Bukhari
Pertanyaannya, bagaimana dengan wanita yang sedang berhalangan sebab haid? Apakah masih bisa mendapatkan keutamaan dari malam Lailatul Qadr? Simak jawabannya
Adh-Dhahak seorang tabiin yang dikenal sebagai bejana ilmu, pernah ditanya, “Bagaimana pendapatmu tentang wanita nifas, haid, musafir, dan orang yang tidur; apakah mereka bisa mendapatkan bagian dari Lailatul Qadr?” Adh-Dhahak pun menjawab, “Iya, mereka tetap bisa mendapatkan bagian. Setiap orang yang Allah terima amalannya akan mendapatkan bagian Lailatul Qadr.” - Kitab Lathaif Al-Ma’arif
Juga Rasulullah bersabda, “Jika seorang hamba sakit atau melakukan safar, maka dicatat baginya pahala sebagaimana kebiasaan dia ketika mukim dan ketika sehat.” - HR Bukhari