Kisah Kuburan Mayit Penuh Api Dan Leher Ada Rantai Dari Api, Padahal Ia Puasa, Tapi Tak Lakukan Ini

Ternyata kuburan itu telah penuh dengan api dan di leher si mayat ada rantai dari api.

Kisah Kuburan Mayit Penuh Api Dan Leher Ada Rantai Dari Api, Padahal Ia Puasa, Tapi Tak Lakukan Ini
Ilustrasi 

Dia meneruskan ceritanya: “Aku terus menimbun kubur itu seperti semula dan pulang dengan segera. Bagaimana kami tidak akan menangis apabila mengingat keadaan itu?”

“Apa yang biasa dilakukan oleh saudaramu ketika di dunia?” tanya teman-teman Abu Sinan.

“Dia tidak mengeluarkan zakat hartanya.” jawabnya.

Dengan jawaban ini, teman-teman Abu Sinan membuat kesimpulan tentang kebenaran ayat Suci Al-Quran surah Ali Imran yang artinya: 

“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Ali Imran, 180).”

Para tabiin itu berpamitan, dan mereka mengunjungi sahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Dzarr al Ghifari.

Ilustrasi
Ilustrasi ()

Mereka menuturkan kisah lelaki tetangga Abu Sinan itu, dan menutup ceritanya dengan pertanyaan, “Kami telah banyak melihat orang-orang Yahudi, Nashrani dan Majusi mati, tetapi kami tidak pernah mendengar cerita yang seperti ini.”

Abu Dzarr berkata, “Mereka (kaum Yahudi, Nashrani dan Majusi) telah jelas tempatnya di neraka, adapun Allah memperlihatkan keadaan orang-orang yang beriman (yang mengalami siksa) itu kepada kalian, agar kalian dapat mengambil ibarah. Bukankah Allah telah berfirman : ‘Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka Barang siapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barang siapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudaratannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara kamu. (QS. al An’am 104). ”

Sumber

Editor: ewis herwis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved