THR PNS Dikritik Fadli Zon, Sebut Ada Unsur Politik, Begini Jawaban Menohok Sri Mulyani, SKAK MAT!

THR PNS Dikritik Fadli Zon, Sebut Ada Unsur Politik, Begini Jawaban Menohok Sri Mulyani, SKAK MAT!

THR PNS Dikritik Fadli Zon, Sebut Ada Unsur Politik, Begini Jawaban Menohok Sri Mulyani, SKAK MAT!
Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon 

SRIPOKU.COM - Pegawai negeri sipil (PNS), TNI/Polri, dan Pensiunan tak lama lagi menerima tambahan penghasilan berupa tunjangan hari raya (THR).

Jika tak ada aral melintang, THR dibayarkan akhir Mei atau paling telat awal Juni ini.

Namun politisi Partai Gerindra Fadli Zon memperingatkan jika pemberian THR ini bisa saja bermotif politik. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menanggapi tudingan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon soal pemberian THR 2018 yang dinilai bermotif politik.

Ia mengaku heran ketika Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2018 tentang Pemberian THR Tahun Anggaran 2018 kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS), Prajurit TNI, anggota Polri, Pejabat Negara, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan dinilai bermotif politik.

Penilaian itu sebelumnya disampaikan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, Kamis (24/5/2018) pagi.

"Loh, beliau kan anggota DPR. Wakil Ketua DPR, Undang-Undang APBN sudah ditulis dari dulu," kata Sri Mulyani saat ditemui di gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis siang.

Menurut Sri Mulyani, DPR punya andil penting dalam rancangan hingga penetapan UU APBN, dalam hal ini APBN 2018.

Sementara PP 19/2018 merupakan aturan turunan dari UU APBN 2018 yang pada dasarnya telah diatur pemerintah bersama dengan DPR. 

"Kan (aturan THR) selalu dibahas di (rapat) APBN. Kemarin sudah ditulis, sudah dianggarkan, dibahas sejak tahun lalu," tutur Sri Mulyani.

Fadli Zon mengatakan, kenaikan besaran THR tahun ini ada maksud dari pemerintah yang berkaitan dengan tahun politik.

Halaman
12
Editor: Fadhila Rahma
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved