Berita Prabumulih

Depresi Ditinggal Anak dan Istri, Warga Prabumulih Selatan Ini Gantung Diri

Idris menuturkan, sejak ditinggal pergi anak istrinya, pria yang sehari-hari sebagai petani itu mengalami depresi.

Penulis: wartawan | Editor: Tarso
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi jenazah. 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Warga Dusun 3 Desa Tanjung Menang Kecamatan Prabumulih Selatan kota Prabumulih, pada Senin (14/5/2018) sekitar pukul 20.30 mendadak gempar.

Pasalnya seorang warga bernama Nasrullah (29) tewas tergantung di rumahnya diduga bunuh diri.

Nasrullah tewas tergantung di palang kayu rumah miliknya menggunakan kain gendongan.

Saat ditemukan tergantung, Nasrullah mengenakan baju kaos hijau dan celana panjang hitam serta disebelah korban terdapat kursi dalam keadaan terjatuh.

Jenazah Nasrullah pertama kali ditemukan Idris Faisin (29) yang merupakan tetangga korban. Idris mendapati korban tewas tergantung ketika mendapati lampu rumah korban tidak hidup dan setelah diintip di cela rumah kayu itu terlihat seperti ada yang menggantung.

Karena penasaran, Idris kemudian mendobrak pintu dan ketika menghidupkan lampu mendapati korban telah tewas tergantung di tengah rumah.

Dugaan sementara korban mengakhiri hidupnya lantaran depresi karena ditinggal anak dan istrinya.

Berdasarkan informasi dihimpun, Idris menemukan Nasrullah tewas bunuh diri ketika sekitar pukul 20.30 dirinya bersama sang istri dan anak baru saja pulang dari mengantar anak jalan-jalan ke Palembang.

Ketika tiba di rumah, Idris mendapati depan rumah korban gelap gulita. Idris kemudian memanggil korban agar menghidupkan lampu depan rumah.

Namun berkali-kali Idris memanggil korban tidak juga ada jawaban.

Idris yang mencoba mengintip mendapati seperti ada sesosok orang yang tegak. Karena penasaran Idris kemudian berusaha membuka pintu rumah tetangganya itu dan setelah berhasil membuka pintu ia menghidupkan lampu.

Ketika menghidupkan lampu, Idris terkejut bukan main lantaran mendapati pemilik rumah yakni Nasrullah telah tewas tergantung di tengah rumah menggunakan kain gendongan bayi.

Melihat itu, Idris kemudian berteriak minta tolong sembari mendatangi rumah warga dan selanjutnya melaporkan apa yang ditemukan itu ke kepolisian.

"Saya pulang dari Palembang dan saya lihat lampu rumah korban gelap, lalu saya panggil berkali tapi tidak ada jawaban dan kemudian saya dobrak lalu mendapati korban tewas tergantung," ujar Idris di hadapan polisi.

Idris menuturkan, sejak ditinggal pergi anak istrinya, pria yang sehari-hari sebagai petani itu mengalami depresi.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved