Berita Palembang
Jelang Puasa, Es Kepal Milo Jadi Trend Takjil Millenial Edisi 2018
Menyambut awal bulan suci Ramadhan, masyarakat Indonesia selalu disuguhkan pada kuliner baru. Setelah sebelumnya sempat tenar nama
Penulis: RM. Resha A.U | Editor: Reigan Riangga
Laporan wartawan Sripoku.com, RM Resha
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Menyambut awal bulan suci Ramadhan, masyarakat Indonesia selalu disuguhkan pada kuliner baru. Setelah sebelumnya sempat tenar nama Capucino Cincau dan Es Oyen, kali ini masyarakat disuguhkan kuliner bernama Es Kepal Milo.
Dikatakan es kepal lantaran peganan tersebut terbuat dari batu es yang diserut, kemudian dikepal agar lebih rapat dan disajikan dalam mangkuk.
Setelah itu, disiram semacam saus kental yang dibuat dari bubuk susu Milo yang dipanaskan kemudian ditaburi lagi dengan bubuk susu Milo tadi.
Setelah itu, ditambahkan juga beragam topping seperti flakes (sereal) atau bisa juga pecahan sereal Coco Crunch. Ada juga yang menambahkan kacang yang ditabur di atasnya, tergantung inovasi dari penjual yang ingin menggaet pelanggan.
Baca: Viral Es Kepal Milo! Ini Sindiran dari Makanan dan Minuman yang Dulu Pernah Hits Bikin Ngakak!
Sripoku.com berkesempatan mencicipi Es Kepal Milo yang dijual di House of Merich, yang terletak di Jalan Mayor Santoso kawasan Kamboja Palembang.
Hal yang berbeda dari Es Kepal Milo yang dijual kebanyakan, di sini ditambahkan kacang-kacangan dan buah-buahan segar seperti Leci, potongan Mangga, Strawberry hingga Alpukat. Sehingga sensasi segar alami khas buah-buahan langsung menjalar di mulut saat melahapnya.
Maklum, beberapa orang mungkin sedikit jenuh jika hanya melahap es serut yang dilumuri dengan saus dan bubuk Milo. Jika dipadukan dengan rasa buah-buahan tadi, rasanya menjadi tak terlalu manis menggigit. Bahkan menjadi segar, membuat penikmat kuliner betah melahapnya berlama-lama.
Ada lagi yang unik, Es Kepal Milo ditaburi dengan potongan Brownis. Yang ini juga menjadi menu andalan bagi cafe yang mengusung konsep milenial tersebut. Oh ya, apapun jenis topping yang dipakai, selalu ditambahkan es krim diatasnya sebagai topping tambahan.
Baca: Bukan Mohamed Salah, Inilah 2 Pemain Muslim, yang Masuk Daftar Pesepak Bola Muda Terkaya Dunia
Menurut pemilik usaha House of Merich, Meme mengatakan, Es Kepal Milo saat ini cukup laris. Ia bahkan berhasil menjual 700 mangkuk per hari, dihitung dari tiga cabang House Merich di Palembang.
“Karena konsep cafe kita kekinian, jadi kita memanfaatkan momen yang sedang tren di kalangan anak muda saat ini. Ya itu tadi, Es Kepal Milo,” ujarnya, Sabtu (12/5/2018).
Ia bahkan telah bekerja sama dengan pihak Nestle, untuk memasok bahan asli bubuk Milo dan Dancow. Namun jangan panik, meski sedikit lebih mahal dari yang dijual di luar, harganya masih terjangkau untuk menikmati penganan yang tergolong mewah itu.
“Kami jual ada yang per porsi Rp. 24 Ribu sampai Rp. 30 ribu, tergantung porsi. Pengunjung bebas memilih mau yang Milo, atau Dancow putih,” bebernya.
Baca: Lihat Teman Barunya Bawa Pisau di Pinggang, Motor Kesayangan Riki Rela Dirampas
Pihaknya sengaja memberikan pilihan, apakah ingin Milo yang bewarna hitam atau susu Dancow yang terasa lebih soft berwarna putih. Ia ingin mengerti apa yang menjadi keinginan konsumen karena selera lidah setiap orang tidaklah sama.
Meme mengaku, tren makanan seperti Es Kepal Milo ini mungkin tak kan bertahan lama. Es Kepal tersebut akan mengalami nasib yang sama seperti pendahulunya, yakni Capucino Cincau dan Es Oyen yang gaungnya sudah tak lagi terdengar saat ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/es-kepal-milo-kuliner-baru-yang-muncul-di-awal-ramadhan-2018_20180512_213514.jpg)