Kerusuhan di Mako Brimob

Ini Kondisi Terbaru Ahok Meski Suara Ledakan Sempat Terdengar di Mako Brimob

Menko Polhukam Wiranto menjelaskan bahwa ledakan itu merupakan ledakan bom dan tembakan kepolisian yang melakukan penyerbuan dan pelumpuhan.

Kolase Sripoku.com/Maulana Mahardhika/WartaKota/Henry Lopulalan
Ahok atau Basuki Tjahaja Puranama adalah salah satu dari penghuni Rutan Mako Brimob. 

SRIPOKU.COM, DEPOK -- Pasca berakhirnya operasi penanganan napi terorisme (napiter) di Rutan Cabang Selemba Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, kondisi mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dikabarkan dalam kondisi aman.

Dilansir dari Tribunnews, hal itu disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Kombes Pol Mohammad Iqbal, saat ditemui di Mako Brimob, Kamis (10/5/2018).

"Alhamdulillah kondisinya baik," ujar Iqbal.

Sementara terkait kondisi teknis, Iqbal masih enggan menjawab.

Hal itu mengingat saat pagi hari sekitar pukul 07.20 WIB, sempat terjadi ledakan di Mako Brimob.

Terdakwa kasus dugaan penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengikuti sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017).
Terdakwa kasus dugaan penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengikuti sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017). (POOL/KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)

===

Sementara itu, Menko Polhukam Wiranto menjelaskan bahwa ledakan itu merupakan ledakan bom dan tembakan kepolisian yang melakukan penyerbuan dan pelumpuhan terhadap narapidana tindak pidana terorisme (napiter) yang belum menyerah.

"Tadi kita dengar bom dan tembakan sesuai tindakan penyisiran yang sudah ditentukan.“

“Karena ada 10 orang napiter yang belum mau menyerahkan diri setelah sebelumnya 145 tahanan lainnya menyerahkan diri serta mengembalikan sekitar 30 senjata api hasil rampasan dari pihak kepolisian," ujar Wiranto kepada awak media.

Wiranto mengakui penyerbuan terhadap napiter itu merupakan hasil rakor yang dilaksanakan kemarin untuk mengisolasi dan melucuti senjata yang dibawa napiter.

Sebelum penindakan, menurut Wiranto, pihak kepolisian sudah memberikan ultimatum kepada napiter untuk menyerah atau diserbu.

"Setelah ultimatum ada 145 tahanan yang menyerahkan diri tanpa syarat namun masih ada 10 yang belum menyerahkan diri.”

“Setelah bunyi ledakan tadi, 10 napiter sisanya sudah menyerahkan diri sehingga lengkap sudah 155 tahanan yang diamankan," tegasnya.

Situasi di Mako Brimob saat terjadinya kerusuhan.
Situasi di Mako Brimob saat terjadinya kerusuhan. (IST)

===

Wiranto juga mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang secara tenang mengatasi aksi yang dilakukan para napiter.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved