Hafisz Tohir; Kredit Ultra Mikro Solusi Mengurangi Kemiskinan dan Mensejahterakan Rakyat

kredit ultra mikro merupakan salah satu solusi untuk mengurangi angka kemiskinan dan mensejahterakan rakyat.

SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Wakil Ketua Komisi XI DPR-RI Achmad Hafisz Tohir (kanan), berdialog santai dengan nasabah PNM, saat kegiatan di Hotel Sempurna Lubuklinggau, Selasa (24/4/2018). 

Laporan wartawan sripoku.com, Ahmad Farozi

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Wakil Ketua Komisi XI DPR-RI Achmad Hafisz Tohir menyatakan, kredit ultra mikro merupakan salah satu solusi untuk mengurangi angka kemiskinan dan mensejahterakan rakyat.

Karena itu, pihaknya mendorong pemerintah agar anggaran untuk program ini terus ditingkatkan. Demikian dinyatakan Achmad Hafisz Tohir, di Lubuklinggau, Selasa (24/4/2018).

Dikatakannya, kredit ultra mikro yang ditujukan kepada pelaku usaha mikro dibawah Rp10 juta, disalurkan melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Persero.

Dimana PIP bertindak sebagai kordinator keuangan dan PNM yang menyalurkannya. Karena itu, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti itu harus terus didorong peningkatan anggarannya.

"BUMN seperti ini harus diperkuat modalnya. PIP tahun 2018 ini kami beri modal tambahan Rp2,5 triliun dari sebelumnya Rp1,5 triliun dan akan terus ditingkatkan. Karena memang negara berkewajiban mensejahterakan rakyatnya," ujar Achmad Hafisz Tohir.

Dilanjutkan, dengan adanya progran ini, maka akan dapat mengurangi angka kemiskinan. Dimana masyarakat bisa mandiri dengan usahanya dan dimulai dari yang kecil. "27,7 juta masyarakat kita miskin. Kemudian 77 juta pendapatan dibawah UMR. Maka dengan adanya program kredit ultra mikro ini, diharapkan dapat mengurangi angka kemiskinan kita," ujarnya.

Untuk Sumsel sendiri menurutnya, harus diprioritaskan. Apalagi masyarakat Sumsel 41 persen merupakan petani tradisional. Dan ketika persoalan bertambah dengan harga komoditas pertanian seperti karet yang turun, maka harga itu tak bisa memberikan kecukupan untuk menghidupi mereka.

"Saya kira Sumsel harus diprioritaskan terhadap para petani yang mengalami kendala tersebut. Berikan solusi mereka dengan kredit ultra mikro ini maupun KUR yang diatas Rp10 juta. Saya kira ini salah satu solusi yang harus kita berikan kepada rakyat kita di Sumsel," ujar Achmad Hafisz Tohir.

Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Arief Mulyadi mengatakan, saat ini pihaknya sudah memiliki 2,82 juta nasabah untuk kelas usaha mikro. Sumber dana yang disalurkan berasal dari PIP dan selebihnya dari dana PNM sendiri yang diperoleh dari pasar modal dan perbankan.

"Target sampai tutup tahun ini nasabah kita mencapai empat juta nasabah, ibu pra sejahtera baik yang sudah memiliki usaha atau yang belum memiliki usaha" ujar Arief Mulyadi.

Dikatakan, khusus di Propinsi Sumsel, PNM sudah memiliki 40 unit kantor cabang. Adapun jumlah nasabah PNM di Sumsel, mencapai 78 ribu nasabah yang tersebar diseluruh kabupaten dan kota.

"Target kita di Sumsel sampai akhir tahun ini dapat menjaring 150 ribu nasabah. Syarat nasabah ini adalah, keluarga pra sejahtera," ujar Arief Mulyadi. (ahmad farozi)

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved