10.464 Siswa di Kabupaten Muaraenim Ikuti UNBK dan UNKP

Untuk yang melaksanakan UNBK ada 26 SMP dan MTS baik negeri dan swasta dengan jumlah siswa sebanyak 3.682 Siswa.

10.464 Siswa di Kabupaten Muaraenim Ikuti UNBK dan UNKP
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Bupati Muaraenim Muzakir bersama rombongan meninjau pelaksanaan UN SMP/MTs dan Kabupaten Muaraenim, Senin (23/4). 

Laporan wartawan sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM---Sebanyak 10.464 siswa SMP dan MTS di Kabupaten Muaraenim mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Berbasis Kertas Dan Pensil (UNKP), Senin (23/4/2018).

Dari pengamatan di lapangan, pelaksanaan UNBK dan UNKP yang dilaksanakan di Kabupaten Muaraenim, mendapat perhatian Bupati Muaraenim Muzakir bersama instansi terkait dengan melakukan peninjauan beberapa sekolah yang melaksanakan UNBK dan UNKP. Dan dalam peninjauan tersebut belum ditemukan kendala yang berarti.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muaraenim Drs Muzakar didampingi Kasi Kurikulum dan Penilaian SMP Marsip Agustam SPd MPdI bahwa, untuk jumlah sekolah yang melaksanakan UNBK dan UNKP di Kabupaten Muaraenim sebanyak 125 SMP dan MTS baik Negeri dan Swasta di Kabupaten Muaraenim.

Untuk yang melaksanakan UNBK ada 26 SMP dan MTS baik negeri dan swasta dengan jumlah siswa sebanyak 3.682 Siswa.

Sedangkan yang melaksanakan UNKP sebanyak 99 SMP dan MTS baik Negeri dan Swasta dengan jumlah siswa sebanyak 6.782 siswa. UNBK dan UNKP ini akan dilaksanakan 23-26 April mendatang dan untuk UNBK dan UNKP susulan akan dilaksanakan pada 8-9 Mei mendatang.

Sementara itu Ir H Bupati Muzakir Sai Sohar mengatakan, bahwa pelaksanaan UNBK hendaklah memperhatikan beberapa faktor, terutama komputer yang digunakan haruslah SNI terstandar.

Jangan sampai dalam pelaksanaan UNBK ada masalah hanya dikarenakan komputer rusak sehingga mengganggu siswa dan gagal mengikuti ujian. Kemudian masalah koneksi internet yang stabil serta operator yang harus selalu sigap dalam mengecek kesiapan jaringan.

Ditambahkannya untuk masalah listrik, pihaknya sudah meminta pihak sekolah untuk standbye genset.

"Saya harap operator harus standby sampai ujian selesai," ujarnya.(ari)

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved