Waspadai Eksodus PGOT Jelang Ramadhan & Asian Games, Dinsos Tambah Shift Kerja Tim Pemantau
Jelang Asian Games akan berlangsung pada Bulan Agutus mendatang, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang harus bekerja
Penulis: Siti Olisa | Editor: Reigan Riangga
Laporan wartawan Sripoku.com, Siti Olisa
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Jelang Asian Games akan berlangsung pada Bulan Agutus mendatang, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang harus bekerja keras menyisir jalan-jalan protokol Palembang agar terbebas dari Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar (PGOT).
Dimana, Kota Palembang saat ini masih ada saja ditemui PGOT yang berkeliaran di jalan-jalan protokol, seperti yang Sripoku.com temui di Jalan Angkatan 45, seperti manusia gerobak yang membawa serta anak istrinya.
Selain itu, tidak jarang juga ditemui ada pengamen waria yang melintas dan mengamen disepanjang pertokoan Jalan Jendral Sudirman.
Bahkan masih ada juga manusia vespa yang menganggu para pengendara jalan yang melintasi jalan protokol dan biasa mampir di atas Jembatan Ampera.
Baca: Beredar Foto-foto Bule Jadi Pengemis Hingga Pengamen di Indonesia, Begini Komentar Warganet
Untuk itu, Dinas Sosial menerapkan sistem shift untuk mensterilkan Kota Palembang, khususnya di jalan-jalan protokol.
Ada tiga shift penyisiran yang dilakukan mulai pukul 07.00WIB sampai 00.00 WIB. Namun ternyata, para PGOT ini justru main kucing-kucingan dengan perugas, mereka keluar pada saat jam-jam tidak ada perugas patroli.
Kepala Dinas Sosial, Heri Aprian melalui Kabid Rehabilitasi Sosial, H Elvis Rusdy ST SE MSi, Kamis (22/3) mengatakan, jelang Ramadan dan event-event besar seperti Asian Games ini mereka harus mewaspadai dropping pengemis oleh oknum tertentu atau bisa dibilang eksodus.
Baca: Lihat Pengemis Pakai Kantong Plastik jadi Sepatu, Pria ini Menangis saat Mendekatinya, Ternyata. . .
Elvis menceritakan, biasanya saat memasuki bulan Ramadan dan event besar, pengemis-pengemis dadakan akan muncul, bahkan sengaja didrop ke Palembang untuk meminta-minta.
"Guna mengantisipasi ini kami akan meningkatkan jumlah shift," ujarnya.
Penyisisran ini dilakukan mulai dari bandara sampai ke Jakabaring.
Baca: Sedih! Sampah Menggunung Hingga Kerap Timbulkan Banjir, Ini Harapan Warga Sekitar TPA
"Tim penyisiran PGOT ini adalah tim terpadu yang teridiri dari TNI, polisi, Tagana, Pol PP, dan Dinas Sosial sendiri," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/pengamanan_20180322_192035.jpg)