Telur Palsu Meresahkan, Begini Penjelasan Ilmiahnya
Telur yang baik justru kuning telurnya bersih, tidak ada bintik warna lain. Jika ada bintik lain di kuning telur artinya telur sudah lama.
Penulis: Yandi Triansyah | Editor: Pitria Tiningsih
Laporan Wartawan Sripoku.com Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ditjen PKH Kementan RI mengklarifikasi mengenai isu telur palsu yang sedang viral di media sosial.
Melalui akun fanpage Ditjen PKH Kementan RI, Selasa (20/3/2018) menjelaskan, telur yang dikatakan palsu itu kemungkinan umurnya sudah lama lebih dari 4 pekan.
Ditulis dalam akun tersebut menuliskan bahwa telur yang sudah lama disimpan menyebabkan putih telur menjadi relatif lebih encer dan kuning telur relatif jadi lebih lunak karena kekentalannya menurun.
Telur yang baik justru kuning telurnya bersih, tidak ada bintik warna lain.
Jika ada bintik lain di kuning telur artinya telur sudah lama.
Kulit telur terdiri atas beberapa lapisan hanya jelas dilihat dengan mikroskop.
Baca:
Kasihan! Telan 7 Butir Telur Palsu, Ular Kobra Ini Kesakitan dan Lakukan Ini Untuk Bertahan Hidup
Penyebar Informasi Hoaks Soal Telur Palsu Bisa Diancam UU ITE, Dihukum Minimal 6 Tahun Penjara
Lapisan terluar terdiri dari kutikula, lapisan ini rusak jika telur dibersihkan (dicuci atau dilap) atau ada gesekan saat telur menggelinding di atas kawat kandang dan jika umur telur lama.
Kemudian kulit telur tersusun kuat dan mengandung kalsium.
Warna dan kekuatan kulit dipengaruhi jenis ayam dan pakan ayam.
Membran kulit telur (yang dibilang mirip “plastik”) berguna untuk melindungi isi telur.
Membran ini juga ada dua lapis bagian luar yang kontak dengan kulit telur dan bagian dalam yang kontak dengan putih telur.
Kulit telur yang berlapis dan kokoh diciptakan Tuhan untuk melindungi calon anak ayam di dalamnya dari faktor-faktor lingkungan, terutama kuman-kuman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/telur-palsu_20180320_103418.jpg)