4 Wisata Sejarah di Ternate, Benteng Kalamata hingga Benteng Oranje

Berwisata ke "negeri rempah" Ternate, Anda akan menjumpai banyak bukti-bukti sejarah masa kejayaan Maluku Utara.

4 Wisata Sejarah di Ternate, Benteng Kalamata hingga Benteng Oranje
onweekend.co
Benteng Kalamata merupakan benteng yang dibangun Portugis tahun 1540. Berada di Kelurahan Kayu Merah, Kota Ternate Selatan. 

SRIPOKU.COM , JAKARTA - Berwisata ke "negeri rempah" Ternate, Anda akan menjumpai banyak bukti-bukti sejarah masa kejayaan Maluku Utara. Ratusan tahun yang lalu daerah ini diperebutkan berbagai bangsa Eropa.

Berita Lainnya:  Siapkan 64 Titik Destinasi, Palembang Jadi Tujuan Wisman dan Wisnus. Ini 14 Pariwisata Unggulannya

Benteng-benteng pertahanan dan bangunan kerajaan seolah menjadi saksi bisu yang hingga kini memendam banyak bukti sejarah. Wisatawan pun bisa berkunjung untuk napak tilas masa kejayaan Ternate di sana.

Dari banyaknya benteng dan bukti sejarah lain, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ternate merekomendasikan empat tempat yang wajib dikunjungi saat napak tilas sejarah ke sini.

Berikut KompasTravel rangkum empat tempat yang direkomendasikan saat peluncuran Calendar of Event Maluku Utara di Kamenterian Pariwisata, Selasa (13/3/2018).

1. Benteng Kalamata
Benteng Kalamata merupakan benteng yang dibangun Portugis tahun 1540. Berada di Kelurahan Kayu Merah, Kota Ternate Selatan, sehingga benteng ini kerap disebut Benteng Kayu Merah.

Benteng ini terkenal di Eropa, karena sempat diduduki berbagai negara saat pelayarannya. Mulai dari Portugis yang membangunnya pada 1540, lalu dipugar Gubernur Jendral Belanda Pieter Both pada 1609, lalu diduduki Spanyol pada 1625.

Benteng Kalamata didesain menyerupai empat penjuru mata angin, dengan empat bastion berujung runcing dan memiliki lubang bidik senjata. Benteng ini berada di bibir pantai, dan terlihat dari Pulau Tidore juga Pulau Maitara.

2. Kedaton Kesultanan Ternate
Bukti kerajaan terbesar di Ternate ini hingga kini masih aktif berfungsi sebagai rumah kerajaan Sultan Ternate. Padahal dibangun sudah sejak 1813 oleh Sultan Muhammad Ali, dengan luas 1.500 meter persegi.

Halaman
12
Editor: Bedjo
Sumber: Info Komputer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved