Pemilihan Gubernur Sumsel

Masing-masing Kandidat Sangsikan Program yang Ditawarkan Rivalnya di Debat Publik Pertama

Debat publik pertama ini mengangkat persoalan reformasi birokrasi,penuntasan persoalan politik, ekonomi, dan infrastruktur.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Keempat Paslongub Sumsel 2018 bersama komisioner KPU Sumsel dan para panelis menutup acara Debat Publik di Ballroom Hotel Novotel Palembang, Rabu (14/3/2018). 

Laporan wartawan sriwijaya post, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Keempat pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur Sumsel selain menawarkan berbagai program untuk menggaet hati rakyat Sumsel, mereka pun saling mempertanyakan dan menyangsikan program rivalnya pada Debat Publik di Ballroom Hotel Novotel Palembang, Rabu (14/3/2018) malam.

Seperti Cagub Paslon 1 berusaha mematahkan program Paslon 4 yang bakal menerapkan replanting perkebunan karet seperti yang ada di Muba.

"Kalau kami nanti memimpin tidak hanya replanting karet, akan tetapi kami akan bangun pabrik ban. Kalau replanting saja itu sama saja mengatakan seolah kualitas petani di Sumsel jelek," kata Herman Deru.

Begitu juga sebaliknya Dodi mengklarifikasi pernyataan Herman Deru terkait IPM (Indeks Pembangunan Manusia) yang anjlok.

Putra sulung Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH ini mengajak untuk meng-upgrade informasi bahwa Sumsel kini posisinya 4 nasional.

Debat tahap diselenggarakan oleh KPU provinsi Sumsel dengan tema pertama ini mengangkat persoalan reformasi birokrasi, pengentasan persoalan politik, ekonomi, dan infrastruktur disiarkan langsung TVRI dipandu moderator Herdina Suherdi.

Pasangan nomor urut 1 Herman Deru-Mawardi Yahya menyampaikan, sangat bersyukur menjadi warga Sumsel karena Sumsel memiliki sumberdaya alam (SDA) karena Sumsel provinsi nomor 5 di Indonesia.

"Meski Sumsel kaya dengan SDA yang ada namun SDM kita belum mumpuni karena kesenjangan sosial masih tinggi, ini menjadi tugas kita," kata Deru.

Selain itu, dirinya berjanji akan memperbaiki infrastruktur jalan karena masih banyak jalan yang rusak dan sebagainya.

Inipun sempat dijadikan pertanyaan untuk menyangsikan seperti program paslon 4 yang bertekad 2 tahun menuntaskan infrastruktur seperti jalan.

Terlebih Paslon nomor urut 3 yang bertekad hanya dalam tempo 1 tahun.

"Infrastruktur kita terfokus hanya pada Palembang, kita butuh pemerataan pembangunan, sebagai orang berdomisili di daerah tau bagaimana jalan lintas provinsi yang ada di kabupaten/kota. Maka kita butuh perubahan dan bersatu Sumsel maju," ujar mantan Bupati OKU Timur.

Pasangan nomor urut 2 Aswari-Irwansyah menyampaikan, ingin menciptakan Sumsel baru setelah berkeliling masyarakat mengharapkan Sumsel baru.

"Kami memiliki visi misi, sederhana, bersih dan rasa sejuk dan membuat Sumsel maju," kata Aswari.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved