Jangan Panik Saat Rem Blong, Ini Cara Mengatasinya
kendaaraan mesin diesel akan jauh lebih irit dibandingkan mobil premium dengan bobot lebih besar. Pe
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Odi Aria Saputra
Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz
SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Berbagi pengalaman sebagai tips apabila mengalami kesulitan berkendara sudah menjadi kewajiban anggota ID42NER (komunitas mobil Toyota Fortuner).
Ketua ID42NER Chapter Palembang, Mursal ingin berbagi pengalaman selama touring, teknik dalam berkendara itu menurutnya utama karena dirasakan saat mendaki Gunung Bromo, Probolinggo. Kalau tidak memahami teknik menurun, bisa blong rem. Atau ketika mendaki dengan mesin diesel, harus dicermati lagi.
"Kalau mendaki jangan mati sela. Boleh-boleh saja pelan, jangan terlalu dekat beriiringan karena akan mengganggu kerja si mesin diesel saat mengerem. Itu pengalaman teman-teman. Pernah kejadian ada yang blong," ungkap pria kelahiran Palembang 1 Juli 1981.
Wiraswastawan yang bergerak di bidang retail ini menyebut kalaupun sudah kejadian mengalami rem blong, pria yang memelihara kumis dan jenggot ini berpesan supaya jangan keburu panik.
"Caranya diamkan mobil paling lama setengah hingga 1 jam. Ambil air sekitar satu botol air mineral ukuran 1 liter disiram ke kanvas rem. Setelah diamkan lagi sekitar 15 menit. Remnya dikocok-kocok atau dipompa maka akan kembali normal," beber bapak 3 anak buah kasih dengan Ny Rinawati.
Alumni FE Akuntansi Unsri mengaku tiap akhir tahun, komunitaanya ini memeiliki agenda touring secara nasional. Saat inipun mereka maaoh rapat untuk membahas Palembang sebagai tuan rumah.
"Agenda yang fiks itu long touring pada akhir tahun 2018. Perjalanan memakan waktu 13 hari. Ikut komunitas nggak ada rasa takut kemana aja banyak temen. Kita nggak ngarepin apa-apa. Beramal. Setiap touring wajib memberikan CSR bakti sosial. Seperti ke Gunung Agung Bali," terangnya.
Pria berdarah minang ini juga menginformasikan bagi yang awam otomotif, seiring perkembangan teknologi, jika mobil diesel saat sudah bergeser imej yang dulu. Kalau dulu terkenal dengan bising suara mesinnya. Tapi setelah menggunakan sistem DOHC sehingga tidak lagi bising.
"Alasan kenapa senang mobil bermesin diesel karena pemakaian kendaaraan mesin diesel akan jauh lebih irit dibandingkan mobil premium dengan bobot lebih besar. Perawatannya juga irit. Bahkan sampai sekarang sudah 4 tahun, baterai accu pun belum pernah ganti.
Begitu juga tenaganya lebih besar. Mesin premium tidak ada yang 2.000 cc. Tapi kalau diesel di atas itu lebih banyak. Yang pasti fortuner dibawa jalan jauh okey, nyaman dengan medan di Indonesia," kata pria yang beralamat di Graha Bukit Raflesia Blok Q5.
Menurut Mursyal, organisasi komunitas yang diketuainya saat ini memiliki 42 anggota di Palembang sejak dikukuhkan Tahun 2015 dan hobi ini didukung keluarga.
"Mobil SUV Fortuner 2014 tipe TRD yang saya punya merupakan mobil sebagai mencari pergaulan, juha untuk dipakai perjalanan jauh karena saya hobinya traveling. Paling jauh 2015 lalu ke Padang, 2016 ke titik nol Aceh. 2017 ke Bali dan Lombok. Ini di komunitas kita diutamakan family. Jadi secara otomatis anak isteri mendukung karena kebetulan sama-sama hobi traveling," ujarnya.
Berpindah lokasi Traveling menurutnay mengasyikkan karena akan bisa menambah wawasan untuk memahami kehidupan antar daerah, selain menikmati keindahan ragam wilayah di Indonesia.
"Untuk perawatan yang saya rasakan mobil ini masih enjoy. Terpenting perawatan berkala seperti oli setiap 5.000 km atau 3 bulan. Budget pemeliharaan kalau ruti hanya oli Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ketua-id42ner-chapter-palembang-mursal_20180308_102155.jpg)