Update SFC
Emosi Pelatih Sriwijaya Meninggi saat Tahu Siapa Oknum yang Mukul Marco Sandy , Ini Alsannya
“Karena ketika pemain saya keluar, mereka tidak diamankan dalam situasi yang harusnya disitu tidak boleh terjadi apapun terhadap pemain."
Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Tresia Silviana
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Fullback kanan Marchko Sandy Merauje telah menjadi korban saat Sriwijaya FC mengalahkan Pusamania Borneo di Palaran, Jumat (2/3/2018) malam. Dia menjadi korban Pemukulan dan membuat Sriwijaya FC bahkan pelatih Rahmad Darmawan berang.
“Karena ketika pemain saya keluar, mereka tidak diamankan dalam situasi yang harusnya disitu tidak boleh terjadi apapun terhadap pemain saya atau steril," ujar RD usai pertandingan.
Pihak manajemen pun mengusut tuntas kasus ini dan meminta oknum yang berlaku tidak sportif tersebut diadili berdasarkan aturan main kompetisi.
Marchko Sandy Merauje. Ya, menyebut nama ini maka orang-orang akan ingat kepada sosoknya penuh determinasi, berani membawa bola meninggalkan posnya di sisi sayap kiri pertahanan Sriwijaya FC.
Dia rajin melakukan overlap untuk membantu serangan. Namun, dibalik itu, dia hanyalah pemain muda yang kerap dipengaruhi keadaan di lapangan. Emosinya kadang meledak-ledak.
Marchko memang masih muda, dia potensial sebagai pemain asal Papua yang diberkahi bakat alam dan skill yang di atas rata-rata.
Namun itu tadi, dia tetaplah pemain muda yang penuh dengan semangat bahkan kerap dluar kendali ketika pertandingan memasuki tensi tinggi.
Maka tidak heran dalam insiden baku pukul dengan Abdul Rahman, bermula dari aksi Marckho Sandy, Markcho bersama satu pemain Borneo, Abdul Rahman diganjar kartu merah setelah terlibat perselisihan. Pertengkaran keduanya terjadi lantaran tindakan kasar yang dilakukan oleh Markcho.
Ketika Rahman berusaha menendang bola jauh dari lapangan permainan Borneo, Marckho yang terlanjur lari kencang mengejar bola terlihat tanpa sengaja menabrak Rahman yang terpelanting keras ke lapangan. Protes jelas dilakukan Rahman pada Marckho.
Namun Marchko yang merasa tidak salah, memberikan reaksi keras, karena Rahman terlihat marah kepadanya dan mendorong Rahman. Hal ini memancing emosi Rahman untuk mendorongnya kembali. Sebelum berlanjut ke aksi saling pukul, keduanya pun dipisahkan oleh seluruh pemain Sriwijaya dan Borneo. Wasit kemudian memberikan hadiah kartu merah kepada keduanya.
Namun saat Marchko yang sudah diusir dari lapangan dan hendak menuju ruang ganti, justru dia dipukuli oleh oknum panpel, sehingga mengalami luka-luka dibagian dahinya, jerlas ini memicu kemarahan dari pihak Sriwijaya FC, terutama Pelatih Rahmad Darmawan.
Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan memprotes keras hal yang menimpa anak asuhnya tersebut. Ia bahkan menolak untuk melanjutkan pertandingan babak kedua, sebelum ada kejelasan tentang apa yang menimpa Marcko di lorong tersebut.
Kemarahan juga diungkapkan istri RD, Dinda Ety yang menyaksikan pertandingan.
Istri pelatih Sriwijaya FC itu-pun menjelaskan soal peristiwa tersebut. Berikut kesaksian Dinda RD dikutip Instagram pribadinya:
"Lihat ini semua hasil perbuatan dari panpel yang tidak bertanggung jawab. Panpel preman, 2 orang panpel memukul dahi Marco pada saat Marco memasuki ruang ganti. Apakah pantas sebagai tuan rumah memperlakukan tamu seperti ini??? Silakhan kalian nilai sendiri seperti apa..."