Jaminan Kesehatan Wajib Terintegrasi
Peserta JKN Sumsel Minim
Meski sudah lama jalan namun jumlah kepesertaan JKN di Sumsel masih sangat rendah.
Penulis: Rahmaliyah | Editor: Dewi Handayani
SRIPOKU, PALEMBANG--Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, Lesty Nurainy mengakui hingga saat ini jumlah warga yang tercover layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masih minim. Jumlahnya kini baru 113 ribu peserta.
"Sekarang baru 113 Ribu peserta JKN yang tercover. Sedikit memang tapi mudah-mudahan bisa lebih banyak lagi nanti," ujarnya di ruang kerjanya, Jumat (2/3).
Sejauh ini, kata Lesty, masih sedikit masyarakat di Sumsel yang tercover dengan JKN. Diharapkan kedepan akan lebih bertambah dan mencakup di seluruh Kabupaten/kota di Sumsel. Diketahui dari 17 Kabupaten/Kota yang ada di Sumsel, baru 16 Kabupaten/kota yang terintegrasi dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Hanya Pali yang belum terintegrasi. Hal tersebut lantaran, belum adanya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang dialokasikan.
Pengintegrasian ini sesuai instruksi Presiden RI No 8 tahun 2017 tentang optimalisasi pelaksanaan program JKN, sehingga pemerintah daerah diminta untuk dapat mengintegrasikan setiap jaminan kesehatan di daerah (Jamkesda) serta jaminan kesehatan lainya ke dalam JKN.
"Hanya Pali yang belum, tapi mudah-mudahan dengan adanya perubahan siapa tahu sudah terintegrasi, sebab daerah harus menyiapkan anggaran tergantung pada kemampuan Kabupaten/Kota itu sendiri," jelasnya.
BACA Edisi CETAK Harian Umum Sriwijaya Post, Jumat (2/3) Besok
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/plt-kadinkes-sumsel-drs-lesti-nurainy-apt-mkes_20171214_145629.jpg)