Diduga Tercemar EkSplorasi Tambang Batubara, Sungai Kiahan Muaraenim Keruh Bercampur lumpur
Diduga tercemar akibat kegiatan ekplorasi tambang batubara, air sungai Kiahan menjadi keruh dan berwarna coklat susu, di Tanjunge
Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Odi Aria Saputra
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Tampak Kondisi Air yang keruh yang diduga berasal dari aktifitas tambang batubara dan mengalir ke Sungai Kaihan Tanjungenim, Muaraenim, Selasa (27/2/2018).
Sedangkan menurut Direktur Produksi PTBA Eko Suryo dan GM UPTE PT BA Suhedi mengatakan, saat ini sedang musim hujan sehingga air cukup banyak dan menggerus sisa tambang.
Namun pihaknya akan langsung mengecek kelapangan, apakah benar atau tidak hal tersebut.
Sebab sejauh ini kami sangat ketat dan taat dengan ketentuan yang berlaku, dan setiap air yang dialirkan dari tambang harus memenuhi baku mutu lingkungan.
Meskipun seandainya ada, itu tidak ada unsur kesengajaan, dan pasti akan diperbaiki secepatnya.
"Terimakasih atas kritisi dari masyarakat, dengan adanya kritikan tersebut masyarakat peduli dengan PTBA," ujar Eko.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/keruh_20180227_150608.jpg)