Breaking News

Jalan Pasar Bawah Muaraenim Sering Tergenang Air sehingga membahayakan pengendara

Menurut Joni (35), bahwa kondisi jalan yang kotor, licin serta terendam air tersebut hingga berlumpur sudah lama terjadi.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Tampak sisi jalan tergenang air 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Sebagian pengguna jalan, menggeluhkan jalan di kawasan Pasar Bawah kotor, berdebu dan sering tergenang air.

Akibat sangat membahayakan pengguna kendaraan bermotor terutama roda dua, di Kecamatan Lawang Kidul, Muaraenim, Senin (19/2/2018).

Dari pengamatan dan informasi yang dihimpun di lapangan, jalan yang sering kotor, berlumpur dan tergenang air terutama ketika hujan yakni jalan yang menuju Talang Jawa dan Karangtina Tanjungenim.

Dan ketika musim hujan, jalan tersebut menjadi licin, penyebabnya karena sering dilalui kendaraan mobil-mobil truk batubara yang mengangkut batubara dari PTBA di parkirkan. Begitu di jalan dari jembatan menuju Karantina dan Tambang Air laya juga sering berlumpur.

Menurut Joni (35) warga Lawang Kidul mengatakan, bahwa kondisi jalan yang kotor, licin serta terendam air tersebut hingga berlumpur sudah lama terjadi.

Namun pihak-pihak yang terkait seperti tidak peduli dengan keselamatan, keamanan dan kenyamanan masyarakat sekitar yang berlalulintas. Padahal jalan tersebut, juga sering digunakan mobil truk batubara yang mengangkut batubara dari PTBA.

"Kalau musim hujan jalan dikawasan tersebut berlumpur dan licin seperti kubangan kerbau. Apalagi jika mobil-mobil truk batubara yang mengangkut batubara dari PTBA keluar jalanan tambah parah," ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Angga (40) bahwa kalau kemarau banyak debu, jika musim hujan becek dan berlumpur.

Kondisi ini sudah lama terjadi, tetapi sepertinya tidak ada yang peduli. Padahal jalan tersebut banyak digunakan oleh masyarakat terutama anak-anak sekolah.

Apakah harus menunggu ada jatuh korban baru pihak terkait mau membersihkannya.

Memang, ada petugas dari PTBA yang menyiram jalan dikawasan tersebut, namun terkesan jika ada moment tertentu saja.

"Kalau ada pejabat yang akan lewat baru dibersihkan. Dan jikapun disiram, yang di siram hanya jalan di bawa eks atas Dapur hingga kejalan di sekitaran kantor pusat saja, yang di pasar bawah tidak disiram," tukasnya.

Masih dikatakannya, jika kondisi ini terus berlarut-larut, jadi sepertinya pencanangan program Tanjungenim sebagai kota wisata tidak sejalan.

Masa jembatan yang menjadi akses jalan satu-satunya menuju kantor besar PTBA kelihatan kumuh dan kotor seperti itu, seharusnya diatas jembatan tersebut dibersihkan dan ditata rapi sehingga enak dipadang mata.(ari).

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved