Astaga! Mantan Pacar Millendaru Ini Ngamuk Mau Strum Kucing, Netizen: Strum Balik Biar Sadar

Naka pun tampak memberikan pendapatnya tentang hewan peliharaan yang disukai oleh banyak orang, yaitu kucing.

Tayang:
Penulis: Tresia Silviana | Editor: Tresia Silviana
Kolase Sripoku.com

Baca:

Kisah Mengharukan Kojek, Buaya Muara gendut yang Dianggap Keluarga Sendiri oleh Pemiliknya

Tega Banget! Wanita Ini Bilang Xabiru, Anak Rachel Vennya Juling, Netizen Murka Sakit Jiwa

OMG! 7 Potret Ini Ungkap Sisi Erotis Vanesha Prescilla Pemeran Milea. No 5 Mirip Bintang Film Dewasa

Namun dalam hal ini, Naka memberikan kritiknya terhadap kucing kampung.

"Gimana caranya untuk mengusir kucing kampung? Apa perlu gue strum apa harus digimanain. Soalnya tetangga sebelah gue tu melihara kucingnya banyak banget. Lebih dari 10 kali itu kucing," ujarnya dalam video itu.

Naka pun berkata jika tetangganya yang memelihara kucing tersebut termasuk orang yang gak tahu diri.

"Kebetulan tetangga gue itu orang yang gak tahu diri, sampe tetangga-tetangga lainnya tu pada nyamperin tapi tetep aja gak tahu diri gitu," ucapnya.

Ia juga mengatakan bahwa tetangganya itu bego.

"Gimana ya caranya beradapan dengan orang tolol, bego kayak gitu ya," katanya lagi.

Dan akhirnya Naka menjelaskan bahwa kucing yang ia permasalahkan itu karena kucing tersebut bukan kucing mahal melainkan kucing kampung.

"Masalahnya yang dipelihara itu bukan kucing mahal tapi kucing kampung, gue tu geli ngeliat kucing kampung. aduh sumpah deh, geli banget badan gue bisa gatel-gatel," ujarnya.

"Ada yg mau kasih masukan untuk mbak @thisisnaka yang sepertinya gatel2 karena kucing "kampung" daripada dia setrum2in seperti yang beliau ungkapkan? .

Hal seperti ini banyak kita dapati ya? Org yg nolongin kucing, disusahin / dimusuhin org lain. Hanya karena yang ditolong kucing kampung. Kalo kucing ras gak dimusuhin mereka? Kalo gitu suruh pada rescue dan rehabilitasi fisik kucing ras yang pada rusak dan terbuang dijalan. Pasti jijik juga. Double standard. .

Kucing, layaknya anjing, gak pernah mau dilahirkan dalam kondisi yang hina. Mana bisa mereka request untuk dilahirkan sbg kucing ras ini itu ini itu? Seperti halnya kita. Jika rasisme dan meremehkan suatu ras di dunia hewan aja terus berlangsung, gimana hidup ini mau berimbang? Kita lantang menentang rasialisme di kemanusiaan. Tp kita diam saja kala rasialisme berujung aniaya yang melanda kucing lokal. .

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved