Dianti Putri Korban Longsor Bandara Ternyata Alumni SMA Plus Negeri 17 Palembang, Ini Faktanya!
Dianti Dyah Ayu Cahyani Putri adalah salah satu korban yang meninggal pada musibah jatuhnya dinding underpass Jalan Perimeter
Penulis: Haris Widodo | Editor: pairat
Laporan wartawan Sriwijaya Post, haris Widodo
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Dianti Dyah Ayu Cahyani Putri adalah salah satu korban yang meninggal pada musibah jatuhnya dinding underpass Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta yang tertimbun di dalam mobil, pada Selasa (6/2/2018).
Diketahui Dianti Dyah Ayu Cahyani Putri atau akrab disapa Dian ini ternyata Alumni SMA Plus Negeri 17 Palembang .
Saat Sripoku.com wawancarai salah seorang guru di sekolahnya ternyata sosok Dianti sejak SMA terkenal sebagai penari di sekolahnya.
Bahkan pada setiap ada acara selalu tampil menari menghibur para teman- temannya.
Tak hanya itu, ternyata almarhumah semasa hidup dikenal dengan pribadi yang supel, ramah, disiplin, responship serta kemampuan verbal yang bagus dan interaksi sosialnya sangat baik.
Semasa di sekolah Dianti juga tergabung sebagai anggota OSIS sekolah.
Dalam belajar pun ia sangat aktif diantara teman-teman sekelasnya. Bahkan ia selalu masuk 10 besar di kelas. Guru-guru mengenal dia dengan pribadi yang supel dan ramah.
Perempuan yang lahir di Surabaya ini pernah tinggal di Palembang, tepatnya di Perumahan Poly Indah, Lunjuk Jaya Bukit Besar Palembang.
Anak ketiga dari tiga saudara ini sangat mandiri, tak mudah menyerah bila mendapatkan persoalan.
Saat Sripoku.com temui Udni guru Matematika yang juga wali kelas almarhumah di kelas 12 IPA dulu mengatakan sangat mengenal baik pribadi Dian, sikap aktif dalam belajar menjadi ciri khasnya.
Selain itu ia tak menyangka ia adalah korban dari longsor Underpass di jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno Hatta Tangerang.
“Dak nyangko jugo kalu mak ini jadinyo, Semoga amal ibadahnya diterima Allah Swt,”Jelasnya.
Ia menambahkan bahwa almurhumah adalah buah hati Gatot Tjahyono yang bekerja di Kimia Farma dan Sudiana SW sebagai ibu rumah tangga.
Kemudian ia meninggalkan kota Palembang setelah ia tamat di SMA N Plus 17 Palembang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/dianti_20180207_215555.jpg)