Wow! Calon Pengantin Pria di Desa Ini Harus Tebus Mahar Kerbau Senilai Rp 100 Juta

Adat perkawinannya pun berlangsung dua hari dua malam. Tidak seperti dahulu yang berlangsung tujuh hari hari tujuh malam.

Penulis: Haris Widodo | Editor: Sudarwan
IST
Kerbau 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Haris Widodo

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Pada pernikahan umumnya mahar hanya berupa perangkat salat, uang dan perhiasan.

Lain hal dengan adat perkawinan di warga Desa Sungsang 1, Banyuasin Sumatera Selatan.

Mahar menggunakan kerbau dan ditebus dengan harga yang fantastis.

"Kerbau tersebut ditebus seharga 100 juta rupiah.

Biasanya hanya saudagar-saudagar kaya raya atau profesi tertentu saja yang yang mampu menggunakan mahar kerbau," ujar H Rohman, tokoh masyarakat Marga Desa Sungsang 1, Banyuasin Sumatera Selatan, saat ditemui Sripoku.com, Kamis (18/1/2018).

 Dengan Mahar Surat Ar-Rahman , Vicky Prasetyo Akan Nikahi Angel Lelga

Tak Tanggung-tanggung, Pria Ini Berikan Mahar 119 Cincin Untuk Mempelai Perempuan!

Usai Gladi Resik Ketahuan Segini Mahar Pernikahan akan Diberikan Bobby pada Kahiyang Ayu Besok

Ilustrasi
Ilustrasi (Shutterstock)

Rohman menjelaskan, seluruh warga Sungsang wajib menggunakan mahar kerbau atau minimal kambing.

Hal itu dilakukan untuk melestarikan kebudayaan yang sudah ada sejak tahun 1990.

Jabatan atau profesi juga berpengaruh dalam penyediaan mahar.

Misalnya calon pasangan perempuannya adalah seorang dokter maka berlaku mahar kerbau tersebut.

Tapi tidak menutup kemungkinan untuk profesi yang lain.

Seperti halnya H Darwis, menikahkan anaknya Wardiansyah yang berprofesi sebagai pengusaha meneruskan usahanya sebagai pengusaha kelapa.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved