Pasal Batas Lahan Kebun di Talang Ubi PALI, Yulis Hartono Tewas Kena Tebasan Parang Sulaiman

Dalam rekonstruksi pembunuhan itu, korban Yulis Hartono (34) tewas dibacok dari belakang oleh tersangka Kgs Sulaiman alias Iman (30).

Pasal Batas Lahan Kebun di Talang Ubi PALI,  Yulis Hartono Tewas Kena Tebasan Parang Sulaiman
TRIBUN SUMSEL/ARIWIBOWO
Korban Yulis diperankan anggota Polsek Talang Ubi PALI saat memeragakan kasus pembacokan yang menyebabkan salah satu warga tewas karena masalah batas lahan kebun. 

SRIPOKU.COM, PALI - Sebanyak 16 adegan reka ulang kasus pembunuhan yang terjadi di kebun bor 9 Dusun Talang Ojan, Kelurahan Talang Ubi Utara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, pada Jum'at (29/12) lalu direka ulang, Jumat (5/1/2018).

Dalam rekonstruksi pembunuhan itu, korban Yulis Hartono (34) tewas dibacok dari belakang oleh tersangka Kgs Sulaiman alias Iman (30).

Korban Yulis yang merupakan warga Dusun Talang Ojan, RT 19 RW 4, Kelurahan Talang Ubi Utara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI menderita satu luka bacok di pipi hingga ke leher kanannya.

Saat pembunuhan itu di lokasi kejadian ada kakak tersangka bernama Kgs Aliudin. Namun, Aliudin tidak ikut menghabisi korban Yulis.

Kedatangan Aliudin itu untuk menjelaskan kepada korban mengenai batas lahan kebun yang di permasalahan korban dengan adiknya, tersangka Iman.

Di adegan awal, korban sudah datang lebih dahulu dari tersangka Iman. Begitu tersangka Iman datang, keduanya sempat berselilisih. Namun, tidak sampai adu jotos.

Kemudian, tersangka Iman menelepon kakaknya Aliudin untuk menjelaskan kepada korban mengenai batas lahan kebun itu. Tapi, ternyata korban tetap tidak terima dengan penjelasan dari Aliudin.

Melihat korban yang ngotot, lalu tersangka Iman membacok korban dari belakang satu kali sembari berteriak 'Mati Kau'

Setelah terkena luka bacok, korban sempat membalik tubuhnya sembari mencabut Senjata Api Rakitan (Senpira) yang memang sudah dibawanya dan bahkan sempat ingin mengejar korban.

Karena kondisi korban terluka parah, sekitar lima meter berlari korban langsung terjatuh.

"Awalnya aku mau lari pas korban mencabut Senpi, tapi korban terjatuh, jadi aku tunggu saja sampai korban tidak bergerak lagi. Setelah itu aku lari dan bertemu lagi dengan kakak aku Aliudin dan minta diantar ke Polsek untuk menyerahkan diri," kata tersangka Iman kepada petugas.

Kapolsek Talang Ubi, Kompol Suhardiman SH MH mengatakan reka ulang yang dilakukan pihaknya itu untuk melengkapi berkas perkara kasus pembunuhan sebelum dikirim ke kejaksaan.

"Ada 16 adegan dalam reka ulang yang kita gelar. Dari pemeriksaan yang kita lakukan motif pembunuhan itu karena perselisihan masalah lahan. Tersangka bakal kita jerat dengan Pasal 338 KUHP yang ancaman hulumannya 15 tahun penjara," jelas Kompol Suhardiman.

Penulis: wartawan
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved