Bocah 7 Tahun di Tanjung Raja Ogan Ilir Tewas Tertembak Senapan Angin

Korban bersama kakaknya bermain di rumah kakeknya. Di rumah itu terdapat sebuah senapan angin untuk berburu burung.

Penulis: Beri Supriyadi | Editor: Tarso
IST/NET
Ilustrasi menembak burung 

SRIPOKU.COM, INDERALAYA - Nahas akibat kelalaian hingga menyebabkan hilangnya nyawa seseorang memimpa keluarga Nurdiansyah.

Ia kehilangan seorang cucu kesayangannya bernama Rizky Aditya (7), meninggal dunia usai bagian belakang kepala cucunya tertembus peluru senapan angin yang dimainkan oleh Muhammad Mansyur (9) (kakak korban).

Peristiwa nahas yang dialami korban Rizky Aditya pelajar kelas II Sekolah Dasar (SD), warga Lk 2 Rt 4 Kelurahan Tanjung Raja Barat Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir (OI), terjadi pada Kamis sore (4/1) pukul 16.00 di rumah kakeknya yang berjarak tak begitu jauh dari kediaman korban.

Bocah malang tersebut, seketika menghembuskan napas terakhir saat dibawa menuju ke Puskesmas Tanjung Raja akibat mengalami pendarahan pada bagian kepala.

Kapolres OI AKBP Gazali Ahmad SIK MH melalui Kapolsek Tanjung Raja AKP Arfanol Amri menuturkan, berdasarkan hasil penyelidikkan yang dilakukan pihaknya, kejadian tersebut bermula pada Kamis sore (4/1), pukul 16.00.

Korban bersama kakaknya bermain di rumah kakeknya. Lalu, didalam rumah itu terdapat sebuah senapan angin yang biasa digunakan untuk berburu burung.

Oleh kakak korban bernama Muhammad Mansyur, senapan angin itu dimainkannya.

"Kemudian senapan angin tersebut meledak dan mengenai kepala bagian belakang korban Rizky (adik)," terang Kapolsek Tanjung Raja AKP Arfanol, Jumat (5/1).

Menurut Kapolsek, akibat insiden itu, korban Rizky seketika langsung dilarikan menuju ke Puskesmas terdekat, tapi nyawanya tidak tertolong.

AKP Arfanol menjelaskan, peristiwa yang dialami korban merupakan bagian dari tindakan kelalaian menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

Akan tetapi, antara korban dan orang yang tak sengaja menembakkan senapan angin itu, merupakan kakak beradik dan tergolong semuanya masih dibawah umur.

"Kita sudah berusaha untuk menginterogasi. Namun, belum bisa karena masih anak-anak. Disisi lain, keluarga korban dalam kondisi trauma atas insiden itu, dalam keadaan berduka," terang AKP Arfanold Amri.

Ditambahkan Kapolsek, sejauh ini tindakan yang dilakukan pihaknya yakni mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), memintai keterangan sejumlah saksi.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved