Breaking News

News Video Sripo

Pengrajin Terompet Banjir Order Simak Proses Pembuatannya

Salah satu yang sangat menunggu momentum tersebut ialah para pedangang apalagi pedagang terompet.Benda yang selalu ada pada saat tahun baru

Penulis: Rahmad Zilhakim | Editor: Igun Bagus Saputra

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Rahmad Zilhakim

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tahun baru tinggal menghitung hari lagi masyarakat di seluruh dunia pun banyak yang menantinya.

Salah satu yang sangat menunggu momentum tersebut ialah para pedangang apalagi pedagang terompet.

Benda yang wajib ada pada saat tahun baru ini dapat menjadi berkah bagi sang pengrajin.

Sunarto (51) pengrajin terompet yang tinggal di Jl. Damai Perumnas Sako Kenten, Palembang.

Saat dijumpai sripoku.com, kamis (28/12/2017) Sunarto yang sehari bekerja sebagai buruh bangunan ini setiap tahunnya memanfaatkan momentum tahun baru tersebut sebagai berkah.

Sudah 10 tahun ia berdagang terompet, bermodalkan uang 3 juta untuk membeli bahan baku terompet seperti : Kertas Duplex, Dimensi, corong dan pluit dan kertas emas. Ia bisa mendapatkan untung bersih sekitar sembilan juta rupiah lebih.

Empat jenis terompet seperti terompet kecil, sedang, Saksofon dan Naga. Ia dapat menghasilkan 100 terompet perhari, dalam pengerjaannya ia dibantu oleh Warso. Harga teromper yang ia jual sangat bervariatif mulai dari 4.000 - 8.000.

Terompet yang ia produksi untuk dijual langsung dan dijual kepada penjual lagi (Bisnis to Bisnis).

Ia biasa menjual di samping Monpera. untuk Penjualannya ke penjual masih lokal Palembang, seperti pasar Perumnas dan Plaju.

"Tahun 2010-2013 adalah masa keemasan saya, karena di tahun-tahun tersebut.

Saya dapat untung sekitar 10-20 juta," ujar Sunarto.

Tidak banyak permasalahan dalam menjual terompet kecuali modal dan cuaca.

Ia telah menularkan keahliannya ini terutama pada saudara dan sanak keluarganya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved