Heboh! Paus Fransiskus Ingin Ubah Doa Bapa Kami. Ternyata Ini Maknanya yang Memicu Perdebatan

Dalam wawancaranya dengan televisi Italia, seperti dilansir Sky News Jumat (8/12/2017), Paus Fransiskus berkata dia.

Tayang:
Editor: Candra Okta Della
Paus Fransiskus 

SRIPOKU.COM - Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus, memiliki keinginan untuk mengubah kalimat dalam Doa Bapa Kami.

Dalam wawancaranya dengan televisi Italia, seperti dilansir Sky News Jumat (8/12/2017), Paus Fransiskus berkata dia tidak nyaman dengan kalimat "dan jangan masukkan kami ke dalam pencobaan".

Fransiskus berujar, kalimat itu seolah-olah hendak menjelaskan bahwa Tuhan sendiri yang membuat pencobaan kepada manusia.

Penganut agama Kristen, dalam pandangan Fransiskus, jelas canggung dengan kalimat ini.

Sebab, selama ini orang percaya bahwa setan-lah yang membuat pencobaan.

"Saya sendiri yang terjatuh. Dia (Tuhan) tentu tidak akan dengan sengaja mendorong saya ke dalam pencobaan hanya untuk melihat seberapa jauh saya terjatuh," beber Fransiskus.

Paus 80 tahun itu berkata, sebagai sosok seorang ayah, Tuhan jelas tidak menginginkan hal itu.

"Seorang ayah akan menolong saya agar bangkit secepatnya. Setan yang memberi pencobaan karena itu tugasya," tegas Fransiskus.

Komentar Fransiskus, bakal membuat Doa Bapa Kami, yang diambil dari Injil, berada dalam perdebatan apakah akan diubah.

Baca:

Bukan Hanya Raisa-Hamis. Ternyata 6 Artis Ini Tak Malu Kepergok Intim di Ranjang. No 5 Itunya Basah

Putus dari Shofia Latjuba Ariel Noah Kepergok Lagi Begini dengan Agnez Mo. Netizen : Mungkin Lagi

Sebelum diterjemahkan dari Latin, Doa Bapa Kami diartikan dari Bahasa Yunani.

Adapun bahasa asli doa tersebut adalah Aramic, yang digunakan oleh Yesus Kristus. Bagian dari doa itu yang paling membingungkan adalah peirasmos.

Peirasmos, dalam bahasa Yunani bisa berarti pencobaan, atau sebuah ujian.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Tags
kristen
doa
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved