Subhanallah, Inilah 12 Peristiwa Penting Sebelum Kelahiran Nabi Muhammad
Nabi Muhammad SAW lahir pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah, bertepatan dengan 20 April 571 Masehi.
Penulis: ewis herwis | Editor: ewis herwis
Hal itu benar terjadi, namun orang-orang Yahudi menyembunyikannya karena kedengkian mereka kepada Nabi Muhammad SAW yang bukan berasal dari Bani Israil.
7. Mata Air Kering Memancar Kembali
Di kitab Zabur (kitab suci Nabi Daud a.s.) dikabarkan juga tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW.
"Ketika mata air yang sudah kalian kenal kering dan tiba-tiba memancarkan air dengan derasnya maka pada saat itulah Nabi Muhammad SAW telah lahir ke dunia."
Karena kedengkian orang-orang Yahudi juga menyembunyikan tanda-tanda yang mereka ketahui.
8. Berhala Bersujud
Diriwayatkan bahwa sesungguhnya Abdul Muthalib berkata,
"Sewaktu ku berada di dekat Ka'bah, patung berhala yang ada di dalam Ka'bah tiba-tiba jatuh tersungkur dari tempatnya dalam bentuk bersujud kepada Allah Ta'ala.
Aku juga mendengar suara dari dinding Ka'bah,
"Nabi terpilih telah lahir yang akan menghancurkan orang-orang kafir, dan membersihkan aku dari beberapa patung berhala, serta memerintahkan untuk menyembah kepada Dzat Yang Merajai Alam ini."
9. Suara dari Kakbah
Ada suara lain dari Ka'bah saat Rasulullah SAW lahir.
Antara lain berbunyi "Katakanlah telah datang kebenaran (Islam) dan tidak akan memulai kebatilan, juga tidak akan mengembalikan kekufuran."
10. Aminah Tidak Merasa Letih
Selama mengandung Muhammad SAW, Aminah sang ibunda tidak merasa letih akibat kandungannya.
Padahal setiap wanita yang hamil selalu merasa letih karena kandungannya.
Imam Ibnu Katsir meriwayatkan dalam kitabnya, Qishashul Anbiyya, bahwa ketika Aminah mengandung Rasulullah SAW, sama sekali ia tidak merasa kesulitan maupun kepayahan sebagaimana wanita umumnya yang mengandung.
Ia juga menyatakan bahwa selama mengandung Rasulullah SAW, dalam mimpinya ia senantiasa didatangi para Nabi-nabi terdahulu, dari sejak bulan pertama, yaitu bulan Rajab hingga kelahirannya di bulan Rabi’ul Awwal.
Bulan ke-1 didatangi oleh Nabi Adam (as) yang berkata kepadanya bahwa anak yang dikandungnya itu akan menjadi pemimpin agama yang besar.
Bulan ke-2 didatangi Nabi Idris (as) yang berkata kepadanya bahwa anak yang dikandungnya itu akan mendapat derajat paling tinggi di sisi Allah.
Bulan ke-3 didatangi Nabi Nuh (as) yang berkata kepadanya bahwa anak yang dikandungnya itu akan memperoleh kemenangan dunia dan akhirat.
Bulan ke-4 didatangi Nabi Ibrahim (as) yang berkata kepadanya bahwa anak yang dikandungnya itu akan memperoleh pangkat dan derajat yang besar di sisi Allah.
Bulan ke-5 didatangi Nabi Ismail (as) yang berkata kepadanya bahwa anak yang dikandungnya itu akan memiliki kehebatan dan mu’jizat yang besar.
Bulan ke-6 didatangi Nabi Musa (as) yang berkata kepadanya bahwa anak yang dikandungnya itu akan memperoleh derajat yang besar di sisi Allah.
Bulan ke-7 didatangi Nabi Daud (as) yang berkata kepadanya bahwa anak yang dikandungnya itu akan memiliki Syafaat dan Telaga Kautsar.
Bulan ke-8 didatangi Nabi Sulaiman (as) yang berkata kepadanya bahwa anak yang dikandungnya itu akan menjadi penutup para Nabi dan Rasul.
Bulan ke-9 didatangi Nabi Isa (as) yang berkata kepadanya bahwa anak yang dikandungnya itu akan membawa Al-Qur’an yang diridhai.
Semua Nabi-nabi yang hadir di mimpi Aminah itu sama-sama berpesan kepadanya bahwa jika telah lahir, namai anak itu dengan nama Muhammad yang artinya Terpuji
Karena anak itu akan menjadi makhluk yang paling terpuji di dunia dan akhirat.
Firasat mengenai penamaan Muhammad itu pun terbersit di hati mertuanya, Abdul Muthalib, sehingga ketika Rasulullah SAW lahir, Abdul Muthalib memberinya nama Muhammad.
Ketika masyarakat Mekkah bertanya mengapa ia dinamai Muhammad, bukan nama para leluhur-leluhurnya, maka Abdul Muthalib menjawab:
“Aku berharap ia akan menjadi orang yang terpuji di dunia dan akhirat.”
11. Tamu Agung Penghuni Surga

Aminah merasakan tanda-tanda akan melahirkan secara tiba-tiba pada malam hari.
Pada saat itu mertuanya Abdul Muthalib sedang pergi ke Masjidilharam.
Sementara, Abdullah suaminya, sudah meninggal dunia. Kemudian, datang banyak wanita cantik.
Ada 2 wanita yang jadi perhatian Aminah, mereka memberi salam dan menyebut dirinya Asiya (istri Raja Fir'aun) dan Maryam (ibu Nabi Isa a.s.).
12. Aminah Tidak Merasa Sakit
Aminah tidak merasa sakit layaknya wanita yang melahirkan.
Padahal saat itu belum ada obat bius sehingga melahirkan benar-benar secara alami.
Begitulah, kisah-kisah istimewa dan ajaib yang melingkupi peristiwa menjelang sampai kelahiran Muhammad SAW.
Sungguh semua itu adalah bukti bahwa Rasulullah SAW adalah manusia pilihan, utusan yang jadi penghulu para nabi dan sebaik-baik manusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kelahiran-nabi_20171202_163136.jpg)