Sungai Buntu Dibentangi Pipa Besi untuk Kurangi Debit Air Merendam Pemukiman Warga

Puluhan rumah penduduk sudah terendam air sungai komering. Dan sampai sekarang belum ada perhatian serius dari pemerintah.

Penulis: Mat Bodok | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Warga dan Anggota Kodim 0402 /OKI sedang duduk setelah memasang batangan besi membentangi jembatan Sungai Buntu yang direncanakan akan ditutup sementara untuk mengurangi debit air yang masuk ke lokasi pembangunan jalan tol. 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Langkah untuk mengurangi debit air masuk ke wilayah rendah Kelurahan Sukadana Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dilakukan pihak Waskita dengan memasang pipa besi pengamanan.

Pantauan wartawan, Jumat (1/12/2017) kondisi air sungai komering memang tinggi. Ditambah lagi, cuaca mendung dan derasnya air menuju Sungai Buntu yang mengalir deras menuju ke pemukiman rumah penduduk di Sukadana.

Tak hanya di Kelurahan Sukadana, juga terjadi di Kelurahan Paku dan Kelurahan Mangun Jaya Kayuagung.

Puluhan rumah penduduk sudah terendam air sungai komering. Dan sampai sekarang belum ada perhatian serius dari pemerintah.

Camat Kayuagung Dedy Kurniawan SSTP MSi dalam laporannya ke Sekda OKI H Husin SPd MM menyebutkan, pihak Waskita sudah mencari jalan keluarnya termasuk kecamatan juga membantu mencarikan pihak ketiga yang mampu untuk melakukan pekerjaan tersebut.

"Ada beberapa pihak ketiga yang kami bawa ke lokasi dan menyatakan tidak sanggup mengingat resiko yang sangat tinggi," kata Dedy.

Masih kata Dedy, hari ini, Jumat (1/12/2017) tadi pemerintah dapat informasi bahwa pihak yang akan mengerjakan sudah menyampaikan resiko kegagalan termasuk juga kemungkinan berhasil.

"Saya berharap semoga saja pekerjaan yang dilakukan bisa lancar, sukses, serta Allah memberikan kemudahan," pinta Dedy seraya berucap amin.

Dedy meminta warga waspada dan berhati-hati dengan kondisi cuaca saat ini.

Hafis, warga Sukadana mengucapkan terimakasih kepada pak Camat Kayuagung yang telah mencari solusi akan banjir yang menenggelamkan jalan dan rumah warga.

"Alhamdulillah pemerintah dan pihak perusahaan peduli lingkungan dan terus mengupayakan lingkungan tak kebanjiran," tandas Hafis. 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved