Diusulkan Masuk Banyuasin, Warga Tegal Binangun Was-was. Warga Minta Pemerintah Segera Lakukan Ini

Kami lelah dibohongi, kemarin saat kami cooling down mereka justru bergerak Tegal masuk Banyuasin. Sebaiknya segera di SK kan

Tayang:
Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Warga Tegal Binangun menunjukkan KTP bahwa mereka berdomisili di Palembang, beberapa waktu lalu. 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Usulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel Tegal Binangun masuk kota Palembang disambut antusias oleh warga di sana.

Sebagian besar masyarakat mengaku sangat bersyukur atas tindakan tegas pemerintah yang memahami betul keinginan wong cilik.

Kendati demikian, warga mengaku masih sedikit was-was lantaran Tegal Binangun masuk Palembang baru sekadar usulan dan diberi waktu tiga hari untuk keputusan pastinya.

Ketua Forum Tegal Binangun Bersatu, Daryono menerangkan warga di sana masih resah karena belum ada kepastian sah secara hukum bahwa tempat tinggal mereka masuk ke kota Palembang.

Warga Tegal Binangun memBAWA spanduk, banner, keranda jenazah, ternak kambing dan anak-anak mengenakan seragam karate ikut berdemo di kantor Gubernur Sumsel, Senin (27/11/2017).
Warga Tegal Binangun memBAWA spanduk, banner, keranda jenazah, ternak kambing dan anak-anak mengenakan seragam karate ikut berdemo di kantor Gubernur Sumsel, Senin (27/11/2017). (SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ)

Maka dari itu, apabila Gubernur sudah menginstruksikan mereka meminta agar pihak terkait sesegera mungkin mengeluarkan surat keputusan (SK) yang resmi dimata hukum.

"Atas ketetapan itu kita sangat bersyukur. Namun kita masih resah karena Tegal masih ngambang belum ada SK resminya," ujar dia, Rabu (29/11/2017).

Diakuinya, hingga saat ini warga Tegal Binangun masih bergejolak untuk terus memperjuangkan nasib mereka masuk menjadi warga Palembang.

Warga sudah muak dengan janji-janji semata kalau mereka masuk Palembang.

Di saat situasi sudah kembali kondusif maka pergerakan pihak terkait yang menghendaki warga Tegal Binangun masuk Banyuasin terus bergerilya.

"Kami lelah dibohongi, kemarin saat kami cooling down mereka justru bergerak Tegal masuk Banyuasin. Sebaiknya segera di SK kan agar situasi kembali kondusif," tegas Daryono.

Senada, Juli Kurniawan tokoh emuda Tegal Binangun meminta kepada pemerintah jangan hanya sekadar statement kalau daerah mereka termasuk ke dalam ibu kota provinsi Sumsel.

Jika keputusan Tegal Binangun masuk Palembang atau Banyuasin tak kunjung usai, maka warga di sana bakal terus melakukan perlawanan hingga berjanji bakal menggagalkan Asian Games 2018.

Baca: Diberi Waktu 3 Hari, Tegal Binangun Masuk Palembang

Baca: Alex Noerdin: Itu Hati-hati Ye! Omongan Itu Saja sudah Pidana, Soal Ancaman Warga Tegal Binangun

Baca: Ini Jawaban Pemprov Sumsel Atas Ancaman Warga Tegal Binangun Gagalkan Asian Games 2018

Asisten Pemerintahan DR H Ahmad Najib menemui pendemo yang menuntut agar Tegal Binangun tetap masuk wilayah Kota Palembang di Kota Palembang, Senin (27/11/2017).
Asisten Pemerintahan DR H Ahmad Najib menemui pendemo yang menuntut agar Tegal Binangun tetap masuk wilayah Kota Palembang di Kota Palembang, Senin (27/11/2017). (SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ)

"Sebelum ada keputusan resmi kita akan demo terus. Jangan biarkan masalah ini berlarut-larut. Jika Tegal masuk Palembang kita akan jadi garda terdepan menyukseskan Asian Games, " terangnya.

Menurutnya, pembagian yang dilakukan pemerintah Tegal Binangun masuk Palembang, beberapa daerah seperti Talang Buluh dan Talang Buluh masuk Banyuasin sudah sangat adil.

Apabila sudah ditetapkan demikian, namun Pemkab Banyuasin tetap ngotot berarti mereka tidK menuruti keputusan Pemprov Sumsel.

"Pembagian sudah adil. Tinggal Kabupaten Banyuasin jangan ngotot lagi. Kami tetap menunggu SK resmi," jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved