PBK Masuk Perguruan Tinggi, Kenapa tidak?
Setelah di Surabaya menggandeng beberapa perguruan tinggi, BBJ, KBI dan RFB di Palembang pun menggandeng Universitas Sriwijaya.
Penulis: Saftarina | Editor: Sudarwan
DONGKRAK investasi dalam industri perdagangan berjangka komoditi (PBK) serta menekan penipuan berkedok investasi, Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) bersama Kliring Berjangka Indonesia (KBI) dan PT Rifan Financindo Berjangka intens melakukan edukasi dan sosialisasi.
Tujuannya agar masyarakat semakin mengerti tentang investasi PBK.
Kali ini dengan target menggandeng 20 universitas di Indonesia, tiga lembaga ini secara marathon kejar target.
Hadir di lima kota besar di Indonesia yakni Pekanbaru, Semarang, Medan, Surabaya dan Palembang dalam rangka sosialisasi ini dengan limit waktu yang juga tergolong singkat maka diharapkan tiga bulan sudah membuahkan hasil.
Tak terlalu berlebihan apa yang diharapkan ini jika memang apa yang sudah diplaningkan terlaksana dengan baik.
Setelah di Surabaya menggandeng beberapa perguruan tinggi, BBJ, KBI dan RFB di Palembang pun menggandeng Universitas Sriwijaya.
Sebagai lembaga yang akan melahirkan para agen perubahan terhadap kualitas SDM maka tepat apa yang dilakukan tiga lembaga ini menggandeng perguruan tinggi.
Seperti apa yang dikatakan Presiden RI, Joko Widodo beberapa waktu lalu di media massa bahwa dirinya berharap ke depan perguruan tinggi lebih memilih program atau menyusun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dan animo yang berkembang di masyarakat.
Era digital sekarang ini disikapi Jokowi dengan mengharapkan perguruan tinggi tak lagi membuat kurikulum seperti yang sudah lalu-lalu seperti jurusan manajemen pemasaran yang terlalu luas jabarannya.
Dia menyarankan agar kurikulum itu dibuat yang sesuai dengan apa yang terjadi di masyarakat saat ini.
Apa yang diharapkan Presiden Jokowi ini sangat relevan dengan apa yang direncanakan BBJ, KBI dan RFB dengan berupaya menggandeng perguruan tinggi untuk memasukkan mata kuliah investasi PBK sebagai pilihan.
Ini dalam rangka agar masyarakat semakin tahu bahwa PBK merupakan instrumen investasi yang menguntungkan dan legal.
Sehingga tidak ada lagi korban penipuan berkedok investasi di masyarakat.
Sekarang investasi ilegal masih marak dan bervariasi.
Jika popularitas bursa saham, obligasi, deposito maupun reksadana tinggi selama ini maka dengan rentang waktu yang ada rasanya tak terlalu berlebihan jika berharap bahwa PBK juga akan mendapat tempat di hati masyarakat terutama terhadap pelaku bisnis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/investasi-emas_20160818_081543.jpg)