Gagal di Sporting Lisbon dan Tes Polisi, Ini Profesi Martunis, Anak Angkat Cristiano Ronaldo
Untuk bertahan hidup ia memungut makanan dan air mineral yang terseret gelombang. Hingga akhirnya diselamatkan relawan.
Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM-Lama tidak mendengar Martunis, bocah yang jadi korban tsunami dan kemudian menjadi anak angkat Cristiano Ronaldo itu, kini kini bukan anak-anak, dia sudah menjadi remaja yang sudah menanjak usia 20 tahun.
Meski namanya tenar dan mendunia, namun nasibnya tidaklah begitu mulus dengan kejadian ajaib yang dialaminya.
Martunis memang sejauh ini terus berupaya tegar dan terus mengejar mimpinya.
Beberapa waktu lalu, dia sempat mengikuti Tes Polisi, atau tepatnya pada awal April 2017 lalu.
Namun sayang dia gagal tes menjadi bintara polisi, sementara di Sporting Lisbon kontraknya sudah berakhir dan dia gagal masuk tim profesional.
Bagaimana pekerjaanya saat ini?
Ternyata selain menjadi pemain sepakbola dan berlatih, dia pun mendapatkan beberapa tawaran termasuk main film dan membintangi iklan.
Bahkan, beberapa kali dia tampak memposting beberapa produk sebagai endorse di akun IG-nya yang memiliki followers 85 ribu lebih itu.
Tes Bintara Polisi
Memang, dia sempat menjadi head line beberapa koran lokal di Aceh, setelah memutuskan tes masuk Bintara.
Dia berharap lulus dan kemudian menjadi pemain di Bhayangkara FC, klub yang menjadi milik Polri dan kini juara Liga I Indonesia tersebut.
Namun setelah mengikuti serangkaian Tes, Martunis justru gagal.
Kini dia kembali menekuni profesinya sebagai pemain sepakbola dan terus berlatih.
"Mungkin Allah punya rencana lain untuk saya," katanya seperti dikutip Serambinews.com dalam sebuah postingan di akun instagramnya dengan 83 ribu pengikut.
Sejak tidak lagi berlatih di Akademi Sepak Bola Sporting Lisbon , Portugal, anak angkat pesepakbola dunia Cristiano Ronaldo (CR7) itu kini lebih banyak menghabiskan waktu di kampung halamannya Banda Aceh.
Namun dunia sepakbola masih menjadi impian dan cita-cita terbesar dalam hidupnya.
Martunis sempat dijuluki 'Si Bocah Ajaib', karena mampu bertahan 21 hari di tengah lautan, saat bencana tsunami menerjang
Aceh sampai akhirnya ia ditemukan jurnalis luar negeri dan tim medis.
Bagi Martunis Ronaldo adalah api yang membakar jiwa dan semangatnya meraih impian hidup; menjadi pesepak bola terkenal dan profesional!
Sosok Ronaldo sampai kapan pun tak akan lekang dalam ingatannya.
Seperti diketahui, Pada bulan Juli 2015 lalu, pria asal Aceh ini sempat menjalani trial di klub pertama Cristiano Ronaldo, Sporting
Lisbon yang bermain di Primeira Liga, Portugal.
Setelah pulang ke Indonesia, pada bulan Februari 2017 kemarin, dirinya mencoba untuk mengikuti seleksi bersama klub Tanah Air, PS TNI U-21.
Sayangnya, ia tak lolos lantaran mengalami cedera lutut. Setelah hampir dua bulan tak terdengar kabarnya. Kini, melalui akun Instagramnya, Martunis mengabarkan jika dirinya telah resmi bergabung dengan kepolisian di Aceh.
Nama Martunis Sarbini dikenal Indonesia, bahkan dunia saat dirinya mampu diselamatkan Tuhan dengan bertahan hidup dari bencana tsunami di kota asalnya yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 lalu.
Martunis yang kala itu mengenakan kostum pemain Portugal Rui Costa bernnomor punggung 10, bertahan selama 21 hari di atas pepohonan dengan mayat bergelimpangan di sana-sini.
Untuk bertahan hidup ia memungut makanan dan air mineral yang terseret gelombang. Hingga akhirnya diselamatkan relawan.
Di sinilah namanya kemudian mendapat respek dari Cristiano Ronaldo yang kemudian menjadikannya sebagai anak angkat.
Endorse dan Terus Menjadi Pemain Bola
Beberapa kali Martunis tertangkap tengah mengikuti Liga Tarkam dan juga menjai endorse di akun IG.
Dia terlihat memperkenalkan beberapa produk baru terutama pakaian dan beberapa produk olahraga.
Beberapa waktu lalu dia memposting kegiatannya mengikuti beberapa syuting film dan iklan.
Yup, terus berjuang Marunis dan sukses slalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/martunis33_20150903_015544.jpg)