Begini Perjuangan PLN Terangi Desa. Dari Badai Hingga Kena Hantaman Ombak
Sungai hutan dan lumpur selalu kita lewati untuk melistriki desa desa di Sumsel khususnya dan wilayah Jambi dan Bengkulu
Penulis: Yandi Triansyah | Editor: Sudarwan
Laporan wartawan Sriwijaya Post, Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Masyarakat desa di Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Jambi dan Provinsi Bengkulu semakin merasakan cahaya terang dari listrik PLN.
Pasalnya desa-desa ini sudah puluhan tahun gelap di malam hari menanti listrik masuk ke desa mereka.
Dengan adanya listrik, roda perekonomian di daerah tersebut menjadi lebih menggeliat.
Berbagai alat-alat kebutuhan rumah tangga yang menggunakan listrik semakin merambah penduduk di desa dan proses belajar mengajar bagi anak-anak usia sekolah lebih meningkat.
Bahkan masyarakat dapat memanfaatkan media elektronik untuk menambah wawasan.
General Manager PLN WS2JB Daryono melalui Humas PLN WS2JB Rosmalina mengatakan, PLN Wilayah Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu yang membawahi langsung tiga provinsi tersebut, melalui Program Listrik Desa terus berupaya membangun infrastuktur kelistrikan yakni perluasan jaringan, gardu induk dan gardu hubung untuk mendorong Rasio Elektrifikasi.
Selain itu melakukan rekonfigurasi JTM, perbaikan tegangan drop dengan pemasangan kapasitor dan pemasangan gardu sisipan sehingga diharapkan dapat memperbaiki kualitas tegangan maupun kemampuan kapasitas layanan.
Upaya PLN Wilayah S2JB untuk terus menerangi pelosok desa tentu bukan tanpa kendala.
Berbagai masalah yang dihadapi antara lain proses pengiriman material tiang ke lokasi terlambat dikarenakan medan yang berat antara lain jalan yang rusak parah dan melewati hutan yang lebat sehingga mobil pengangkut material terperosok dan petugas PLN harus bekerja keras agar material dapat sampai ke lokasi.
"Sungai hutan dan lumpur selalu kita lewati untuk melistriki desa desa di Sumsel khususnya dan wilayah Jambi dan Bengkulu," katanya, Selasa (7/11/2017).
Menurut dia, masalah pembebasan tanam tumbuh yang melewati kebun masyarakat juga menjadi salah satu faktor kendala.
Dukungan serta kerelaan warga untuk dipampas tanamannya sangat membantu PLN melistriki desa.
Selain menggunakan jalan darat, jalur sungai dan laut juga ditempuh untuk mengangkut material listrik ke lokasi yang berada di pulau atau di seberang sungai yang tidak ada jembatannya.
Tiang-tiang listrik ini dibawa menggunakan kapal ponton, pompong bahkan dihanyutkan mengikuti aliran sungai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/petugas-pln-berusaha-mengangkut-material_20171107_102936.jpg)