Kisah Haru Pria Penderita Kanker Usus Besar. Rawat 80 Anak Telantar dengan Penyakit yang Sama
Dalam perjalanan 20 tahun, Bzeek telah mengubur sekitar 10 anak. Beberapa meninggal di pelukannya.
Laporan wartawan Sriwijaya Post, Panji Maulana
SRIPOKU.COM - Seorang ayah akan tetap menjadi seorang ayah walaupun memiliki anak yang bukan dari keturunan biologisnya.
Sifat ayah yang selalu ingin melindungi pun akan tetap dilakoninya sampai sang anak besar dan mampu hidup mandiri.
Seperti dilansir Viral4real, diceritakan seorang muslim asal Libya bernama Mohamed Bzeek, penderita kanker usus besar yang telah membina 80 anak selama 20 tahun.
Apa yang kebanyakan orang tidak tahu adalah bahwa banyak anak ditinggalkan di rumah sakit setelah didiagnosis menderita penyakit terminal.
Beberapa dari anak-anak ini adalah produk dari keluarga disfungsional dan pada dasarnya ditinggalkan sendirian dalam memperjuangkan hidup mereka.
Sosok Mohamed Bzeek yang tenang dan taat, mengalami bagaimana rasanya sendirian menghadapi kematian.
Bzeek perlu menjalani operasi yang mengancam nyawa sehari sebelum ulang tahunnya saat berusia 62 tahun.
Dia tahu bahwa operasi tersebut merupakan risiko besar bagi hidupnya, tapi itu penting.
Tapi Bzeek tidak takut mati sendiri. Dia takut bisa mati kapan saja, tanpa ada orang di sampingnya.
Ternyata, istrinya sudah meninggal dunia, dan anaknya cacat.
Ia merasa takut karena dirinya sendiri.
Setelah selamat dari cobaan tersebut, Mohamed Bzeek ingin menjadi teman, ayah, dan teman bagi banyak anak yang sakit parah yang ditinggalkan atau ditinggalkan sendirian oleh keluarga mereka.
Mengetahui betapa menakutkannya untuk mati sendiri, dia tidak ingin anak-anak yang tak berdaya mengalami ketakutan seperti itu.
Saat ini, Bzeek merawat seorang gadis asuh berusia 6 tahun yang terbaring sakit dengan cacat otak yang langka. Dia buta dan tuli.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/mohamed-bzeek_20171103_154936.jpg)