Ingin Nyaman Berkendara? Ini Pilihan Warna Karpet Dashboard yang Tepat

Beberapa modifikator yang dijumpai memiliki trik khusus supaya hobi dan nyaman saat berkendara sekaligus bisa didapat.

Penulis: Refli Permana | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/REFLI PERMANA
Warna hitam yang dinilai salah satu warna netral, jadi pilihan favorit untuk warna karpet dashboard mobil. (Foto ilustrasi diperankan Janny Mustika). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Refli Permana

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Memasang karpet di bagian atas dashboard mobil menjadi salah satu hal yang tak luput dari modifikator.

Sayangnya, jika salah pilih warna, justru sering dianggap menganggu kenyamanan mobil.

Andai tidak dipasang, tema modif yang diusung rasanya masih kurang pas.

Beberapa modifikator yang dijumpai memiliki trik khusus supaya hobi dan nyaman saat berkendara sekaligus bisa didapat.

Memilih karpet berwarna netral dinilai langkah yang tepat ketimbang warna-warna jreng.

Baik dikendarai siang hari, karpet dashboard tak perlu dilepas.

Ini salah satunya dilakukan oleh Erik, pemilik mobil Toyota Yaris.

Ketimbang warna jreng seperti merah atau biru terang, pria 23 tahun ini lebih memasang karpet dashboard berwarna hitam.

Ketika siang hari, momen dimana karpet dashboard bias ke kaca jendela depan, warna hitam tidak demikian.

"Bisa menatap ke depan tanpa ada gangguan bayangan warna karpet di kaca. Kebetulan emang suka warna hitam," kata mahasiswa ini, Kamis (2/11/2017).

Alih-alih memilih warna pink, si manis bernama Maria juga rela tak melihat warna favoritnya itu di atas dashboard.

Padahal, interior Honda Jazz yang ia kendarai sehari-hari sudah didominasi warna feminim tersebut.

Pernah dicoba, namun ternyata karpet dashboard pink justru bias saat berkendara di cuaca terik.

Warna netral lain yang dipilih adalah putih, ini salah satunya dilakukan oleh Candra.

Selain alasan kenyamanan berkendara, warna ini juga selaras dengan tema modifikasi di mobil Honda Brio miliknya.

Maklum, eksterior hingga inyerior semua sudah disulap ke warna yang identik dengan simbol kesucian ini.

"Resikonya paling harus rajin membersihkan karena rentan terlihat kotor. Seharian saya pasang tanpa harus dilepas," kata remaja 20 tahun ini.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved